Kajari Lingga Pastikan Tidak Ekspos Berlebihan Terhadap Kasus yang Belum Pasti

336
Pesona Indonesia
 Puji Triasmoro, Kajari Lingga.foto:net
Puji Triasmoro, Kajari Lingga.foto:net

batampos.co.id – Terkait peraturan yang dikeluarkan Presiden RI Joko Widodo tentang pelarangan ekspos berlebihan terhadap kasus yang belum pada tahap penuntutan, Kajari Lingga Puji Triasmoro memastikan kalau seluruh anggota yang dipimpinnya tidak akan melakukan hal tersebut. Bahkan dia mengaku telah menerapkan hal ini sejak lama.

“Sebenarnya kami juga tidak pernah melakukan blow up atau bahkan kriminalisasi pada oknum tertentu,” ujar Puji saat bertemu dengan seluruh awak media di Dabo Singkep, Jumat (22/7) siang.

Kajari yang pernah menjabat Kasipidsus ini juga memastikan bawah instansi yang dipimpinnya ini akan memberikan berita kepada media setelah kasus tersebut telah jelas melanggar hukum serta merugikan negara.

Walau demikian, Puji tetap akan menindak bagi siapa saja yang melanggar hukum dan merugikan negara.”Kami tidak mencari-cari, namun kami cari siapa saja yang melanggar hukum serta merugikan negara. Saya fokus pada tindak pidana korupsi,” kata Puji semangat.

Selain itu, Puji juga memastikan jika ada informasi yang diperlukan oleh masyarakat, pihaknya tetap memberikan informasi tersebut selagi masih dalam koridor yang memang dibutuhkan masyarakat dan tidak mengganggu keamanan.

Dia juga memastikan tunggakan kasus yang masih ada di atas meja mereka tetap akan dilanjutkan,” saya juga baru aktif masuk kerja setelah usai kegiatan ini kami akan tuntaskan kasus-kasus tersebut,” kata Puji.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Lingga Efan Apturedi menambahkan, untuk menghindari kekeliruan dan tindakan yang merugikan negara, pihaknya telah melakukan sosialisasi Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Namun Efan juga menambahkan, TP4D ini bukan menambah kesalahan dan kekeliruan terhadap program yang sedang dijalankan pemerintah daerah. Tetapi sebaliknya TP4D ini bergerak sebagai pemandu agar program berjalan lancar tanpa pelanggaran hukum. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar