Keluarga Sakinah Teladan Ini Wakili Kepri ke Tingkat Nasional

544
Pesona Indonesia
Proses pemilihan Keluarga Sakinah Kepri 2016. foto: faradilla/batampos
Proses pemilihan Keluarga Sakinah Kepri 2016. foto: faradilla/batampos

batampos.co.id – Pasangan suami istri Haji Syamsir dan Hajjah Nurni dinobatkan sebagai keluarga sakinah teladan se-Provinsi Kepulauan Riau. Kepastian ini diperoleh pasangan suami istri asal Bintan ini setelah mengikuti Lomba Keluarga Sakinah Teladan tingkat Provinsi Kepulauan Riau, kemarin.

Tim juri memberikan nilai 84,34 kepada Saymsir-Nurni. Nilai itu adalah yang tertinggi dibandingkan peserta lain.

Sementara pemenang kedua adalah pasangan Masnun Hasan dan Nurhayati asal Kabupaten Lingga dengan nilai 79.20. Pemenang ketiga adalah pasangan Ali Amran dan Afnizar asal Tanjungpinang dengan nilai 79.17.

Komponen penilaian terdiri dari ujian tertulis, pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam, pemahaman dan pengamalan kehidupan berbangsa, perkawinan dan kehidupan rumah tangga, pengetahuan umum, dan profil pasangan.

Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri H. Erman Zaruddin dalam kesempatan tersebut mengatakan mulai tahun depan proses penilaian dan pemilihan keluarga sakinah teladan akan lebih banyak melibatkan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT). “Karena BKMT di tiap-tiap kecamatan sudah memiliki peta profil keluarga sakinah yang pantas untuk ikut dalam kompetisi yang digelar rutin tiap tahun,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Kepri Marwin Jamal dalam arahannya mengatakan pemenang pemilihan keluarga sakinah akan dibawa ke tingkat nasional di Jakarta pada Agustus mendatang.

“Berbagai penilaian telah dilakukan secara menyeluruh mulai dari keberhasilan pernikahan yang dibuktikan dengan usia pernikahan sah yang telah dijalani, keberhasilan mendidik anak, keaktifan dalam berbagai organisasi dan sosial kemasyarakatan,” kata Marwin.

Kriteria keberhasilan mendidik anak, kata dia, dinilai sejauh mana keberhasilan anak-anak pasangan tersebut. Sementara untuk keaktifan organisasi bisa dilihat seberapa banyak keaktifannya di masyarakat mulai dari tingkat bawah hingga ke atas.

“Sementara untuk nilai keaktifan dalam sosial kemasyarakatan dapat dilihat sejauh mana pasangan tersebut terlibat dalam berbagai aktifitas sosial, misalnya bidang pendidikan, pondok pesantren, dan lain-lain,” ujarnya.

Marwin menambahkan, penilaian yang dilakukan sudah maksimal. Ia meyakini bahwa utusan masing-masing Kabupaten/Kota merupakan pilihan terbaik dan sudah menyandang predikat teladan di daerah masing-masing. Oleh karena itu bagi semua peserta diberikan hadiah dan sagu hati dan pengembalian uang transportasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar