Polisi Tetapkan Oknum DPRD Natuna sebagai Tersangka

601
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id –  Setelah menjalani pada Kamis (22/7) lalu, Polda Kepri menaikan status oknum anggota DPRD Natuna Ah sebagai tersangka atas kasus dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap sisiwi SMA di Natuna. Tindakan pencabulan ini berujung pada aborsi.

“Kami sudah tetapkan sebagai tersangka (Ah,red),” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol, Eko Puji Nugroho.

Pada Kamis (22/7), Eko menyebutkan bawhwa tersangka dicecar beberbagi pertanyaan terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan cabul tersebut.

“Ah kami periksa selama enam jam mulai dari pukul 13.00 (22/7),” ucapnya.

Saat datang ke Mapolda Kepri kata Eko, Ah ditemani oleh pengacaranya. Selesai pemeriksaan, pihak kepolisian tak melakukan penahanan. Menurut Eko, penahanan Ah masih menunggu gelar perkara dan putusan dari Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian.

“Tunggu saja,” ujarnya singkat.

Kasus dugaan pencabulan ini sudah bergulir cukup lama. Sebab saat akan memeriksa Ah, polisi harus meminta izin dari Gubernur Kepulauan Riau. Tapi selama 30 hari polisi tak mendapatkan jawaban atas permintaan pemeriksaan terhadap Ah.

“Menurut hukum, kami berhak memanggil tersangka. Sebab bila tak ada jawaban selama 30 hari, dianggap diperbolehkan,” ungkap Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Ponco Indrio.

Kasus ini bermula dari pelaporan yang dilakukan orang tua korban di Polres Natuna. Sebab selama berhari-hari korban tak kunjung pulang ke rumahnya. Ternyata korban pergi ke Batam, untuk menemui oknum anggota DPRD Natuna Ah.

Dari informasi yang didapat, siswi SMA saat ke Batam sudah mengandung. Dan di Batam ia bersama Ah mengugurkan kandungannya. Setelah itu baru kembali ke Natuna.

Atas kasus ini, pihak kepolisian sudah memeriksan belasan saksi. Selain itu puluhan barang bukti juga sudah dikumpulkan penyidik. (ska)

Respon Anda?

komentar