Potensi Kelautan Lingga Belum Tergarap, Ikan dari Lingga tapi Batam yang Dapat Uang

946
Nelayan. foto:dok
Nelayan. foto:dok

batampos.co.id – Kabupaten Lingga memiliki laut dengan luas 96 persen, namun belum terlalu memberikan banyak pendapatan untuk pundi-pundi daerah. Potensi yang besar ini belum tergarap maksimal sejak kabupaten paling selatan provinsi Kepri ini berdiri.

Padahal informasi yang peroleh Batam Pos, dalam setahun sedikitnya 1.728 ton ikan hidup dan mati kualitas ekspor dikirim ke Singapura. Beragam jenis ikan-ikan karang, udang, kepiting menjadi incaran pasar dunia. Sayangnya, keseluruhan ekspror ikan tersebut menjadi pundi-pundi pendapatan Kota Batam karena menjadi pintu keluar hasil ikan Lingga. Sementara Lingga, tidak sama sekali mendapatkan hasil tersebut.

Desa Tajur Biru, Kecamatan Senayang, sejak lama telah menjadi pusat perdagangan ikan hasil laut di Lingga. Lokasinya yang strategis, menjadi sentral pertemuan nelayan untuk memasarkan hasil tangkapannya. Baik wilayah utara pulau Lingga, pulau-pulau kecil Senayang maupun sebelah selatan Pulau Singkep.

Di Tajur Biru sendiri terdapat empat kapal kargo pengangkut hasil ikan yang beroperasi dalam seminggu untuk dibawa ke Singapura dan Batam. Hal inilah yang diharapkan masyarakat nelayan Lingga, agar program pempimpin Lingga yang baru mengoptimalkan potensi kelautan dan masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Kepala Desa Tajur Biru Herman, mengatakan beberapa bulan lalu, ada wacana Pemkab Lingga membuat Detail Engeneering Desain (DED) kawasan Minapolitan di desa Tajur Biru. Namun belum ada kelanjutan hingga saat ini.

“Masyarakat sangat mengharapkan wacana untuk Minapolita Tajur Biru ini terealisasi,” ujar Herman dalam musyawarah RPJMD Lingga, beberapa waktu lalu.

Dikatakan rencana daerah membangun kawasan Minapolitan di Tajur Biru sangat beralasan. Selain karena faktor strategis, desa ini juga sudah sejak lama berperan sebagai pelabuhan perikanan di Kecamatan Senayang.

“Masyarakat juga sangat mendukung. Karena dengan konsep minapolitan, fasilitas yang dibangun untuk desa ini akan sangat menunjang para nelayan,” imbuhnya.

Dengan demikian, Herman menuturkan besar harapan masyarakat Tajur Biru, Senayang, sebagai salah satu muatan RPJMD dan menjadi prioritas pembangunan Bupati terpilih Awe-Nizar menuju Lingga terbilang 2020.

“Pembangunan ini searah dengan visi misi bupati terpilih, mewujudkan Lingga sebagai pusat kelautan. Semoga terealisasi,”ujarnya.

Sebagaimana dalam 7 poin besar arah pembangunan Bupati Lingga yakni salah satunya termasuk usaha dan produktifitas sumberdaya kelautan, meningkatkan pelaku dan penglelola kelautan melalui industri skala besar, menengah, maupun kecil yang disampaikan Bupati Lingga Alias Wello, baru-baru ini.(mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar