Setelah Raih Adipura Buana, Walikota Tanjungpinang Bidik Adipura Paripurna

747
Pesona Indonesia
Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla menyerahkan piala Adipura Buana kepada Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah. foto:humas pemko
Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla menyerahkan piala Adipura Buana kepada Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah. foto:humas pemko

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, persyaratan untuk memperoleh anugerah Adipura akan semakin sulit tahun-tahun mendatang. Meski begitu, secara bertahap dia yakin Kota Tanjungpinang dapat meraih anugerah Adipura tertinggi, yaitu Adipura Paripurna.

“Untuk tahun 2017 kita usahakan memperoleh anugerah Adipura kategori berbeda. Dengan begitu tidak menutup kemungkinan Adipura Paripurna dapat diperoleh,” ujar Lis Darmansyah usai menerima piala Adipura Buana, di Kabupaten Siak, Jumat (22/7).

Kategori Adipura lainnya yang ingin dicapai, kata Lis adalah Adipura Kirana. Adipura Kirana menggabungkan lingkungan dan ekonomi untuk mewujudkan kota yang menarik investasi dan pariwisata, meliputi transparansi, akuntabilitas, mandiri dan tanggungjawab. Dimana lingkungan dan TTI (Trade, Tourism, Investment) tidak dapat dipisahkan di sebuah kota.

Karena itu, Lis juga meminta ke semua pihak, utamanya pelaku ekonomi di Kota Tanjungpinang untuk memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap kegiatan ekonominya.

Dikatakan Lis, terdapat perbedaan teknis dalam penilaian Adipura di tahun 2017 mendatang, contohnya jika tahun sebelumnya pemantauan dilakukan sebanyak dua kali, maka di tahun 2017, pemantauan hanya dilakukan satu kali, dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Selain itu, akan ditambah satu kriteria penilaian yaitu reklamasi lahan pasca tambang. “Karena itu, awal Agustus 2017 ini kami akan melaksanakan evaluasi untuk membicarakan apa-apa saja kekurangan tahun 2016,serta apa saja peraturan baru untuk penilaian 2017 nanti,” ujarnya.

Ada beberapa kelemahan Kota Tanjungpinang dalam penilaian Adipura 2016, seperti kebersihan pasar, pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah sebagai biogas.

Tapi, Lis yakin kekurangan tersebut akan segera dapat ditutupi. “Pertama kita kan sedang dalam tahap pembangunan pasar dan untuk biogas kita akan melihat kemampuan anggaran terlebih dahulu. Nanti bertahap kita penuhi,” ujar Lis.

Biogas belum bisa disalurkan ke masyarakat untuk dimanfaatkan, salah satunya sebagai bahan bakar, karena instalasi penyalur biogas tergolong mahal. Belum lagi antara pengelolaan sampah dan perumahan terdekat memiliki jarak yang jauh, yaitu sekitar 1,5 km. “Diperkirakan untuk instansi itu akan menghabiskan Rp 500-700 juta,” ujarnya.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan, pemberian penghargaan Adipura dimaksudkan supaya ke depan lingkungan akan semakin baik. “Penghargaan kami berikan bagi gubernur dan wali kota yang mampu mengelola daerahnya dengan baik. Dan Adipura ini diberikan bagi daerah yang baik dan bersih,” ujarnya.

Jusuf Kalla berharap, marwah penghargaan yang diberikan dapat terus dijaga. Bukan hanya berharap piala dan penghargaan, tapi tetap menjaga lingkungan.

Dia juga berharap, penghargaan yang diberikan dapat menjadi dorongan bagi daerah lain memperbaiki kotanya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar