Tingginya Impor dari Negeri Jiran Lemahkan Posisi Indonesia di Pasar MEA

318
Pesona Indonesia
produk yang diimpor dari Malaysia. Foto: istimewa
Produk yang diimpor dari Malaysia. Foto: istimewa

batampos.co.id – Masih tingginya angka impor Provinsi Kepulauan Riau dari negara jiran ternyata punya dampak tidak baik. Seperti yang dituturkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar, kondisi semacam ini bila berketerusan dalam jangka waktu berkepanjang justru dapat melemahkan posisi strategis Indonesia.

“Apalagi di zaman Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seperti ini,” ungkapnya, kemarin.

Ketergantungan semacam ini, sambung Panusunan, bisa mulai dipangkas dari hal-hal kecil. Semisal tingginya impor komoditas pangan berupa penganan ringan atau jajanan yang sampai hari ini masih marak.

“Kalau tiba-tiba tidak impor tentu bakal menyusahkan. Tapi bisa dimulai dari hal kecil seperti jajanan itu,” kata Kepala BPS Kepri yang belum satu semester menjabat ini.

Bila ditilik dari data resmi yang dilansir BPS Provinsi Kepri pada Juni 2016 silam, angka impor Kepri mencapai 575,58 juta Dollar AS atau turun 8,31 persen dari bulan sebelumnya. Lebih dari 40 persen penyumbang angka impor ini berasal dari Singapura. Total angkanya mencapai 232,32 juta Dollar AS. Catatan ini juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 14,35 persen.

Sedangkan berada di posisi kedua negara tujuan impor melalui Kepri adalah Tiongkok. Angkanya mencapai 66,34 juta Dollar AS dengan peranannya sebesar 11,53 persen. Sedangkan negara jiran Malaysia berada di posisi ketiga dengan nilai 53,41 juta Dollar AS atau 9,28 persen.

“Beradanya Singapura dan Malaysia di tiga besar ini yang mestinya bisa mulai diredam agar kita tidak ketergantungan sekaligus memperkuat nilai pada era MEA ini,” pungkas Panusunan. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar