Vaksin Dipastikan Tidak Palsu, Warga Anambas Masih Saja Ragu

339
Pesona Indonesia
Contoh vaksin palsu yang disita Bareskrim Polri. Foto: dokumen JPNN.Com
Contoh vaksin palsu yang disita Bareskrim Polri.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Sejumlah warga Anambas khususnya warga Tarempa dan sekitarnya mulai resah dengan maraknya berita tentang vaksin palsu untuk para balita. Apakah vaksin itu beredar juga di Anambas atau tidak. Akibatnya tidak sedikit ibu rumah tangga yang enggan berangkat ke puskesmas lantaran anak-anaknya disuntik dengan vaksin palsu.

Salah seorang warga Tarempa, Rina, contohnya. Dirinya sudah dua kali tidak datang ke posyandu lantaran takut anaknya disuntik dengan vaksin palsu. Dirinya pun mengaku bingung harus melanjutkan vaksin dimana lagi untuk anaknya. Padahal belum lengkap pemberian vaksin kepada anaknya.

“Kita ini masih harus vaksin untuk yang terakhir kalinya, tapi kemarin saya tak datang, takut kena vaksin palsu,” ungkapnya kepada wartawan Jumat (21/7) siang.

Meskipun secara pasti dirinya tidak mengetahui dampaknya, namun yang jelas dirinya tidak mau mengorbankan anaknya. “Siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa,” jelasnya.

Riza, ibu rumah tangga lainnya juga mengatakan hal yang sama. Dirinya malahan sudah beberapa kali tidak datang ke posyandu. “Kita ini dibuat bingung dengan adanya pemberitaan ini, sementara itu pemerintah daerah juga tidak ada sosialisasi yang jelas, apakah obat di Anambas ini palsu atau tidak,” ungkapnya dengan nada kesal.

Yang membuat kesal itu kerena usia anaknya sudah hampir masuk batas akhir jadi jika dalam satu kesempatan tidak ikut maka akan ketinggalan. “Kita tinggal suntik yang terakhir, kalau nanti saya tak datang lagi, maka kelewatan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas Muslim, mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan ke sejumlah Rumah sakit dan tujuh puskesmas. Hasilnya tidak ditemukan vaksin palsu. Semua vaksin yang ada di Anambas semuanya asli karena didatangkan dari Kementerian melalui Pemerintah Provinsi.

“Semuanya asli karena kita bisa lihat dari nomor registrasinya,” ungkapnya kepada wartawan Jumat (21/7) siang.

Dalam hal ini pihaknya memberikan upaya ketenangan bagi seluruh masyarakat Anambas agar tidak merasa cemas dan vaksinasi yang dilakukan sebelumnya oleh masing-maisng puskesmas dinyatakan vaksin asli.

Ia menambahkan vaksin yang beredar di tujuh puskesmas yang dipergunakan oleh Dinas Kesehatan KKA untuk pemberian Immunisasi kepada bayi melalui posyandu adalah vaksin asli atau tidak palsu kerena vaksin tersebut adalah vaksin yang diperoleh dari Departemen Kesehatan RI yang didapatkan dari produsen vaksin resmi.

Ia menambahkan vaksin yang digunakan tersebut merupakan distribusi dari Departemen Kementerian Kesehatan RI kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dan diteruskan melalui Dinas Kesehatan KKA. Vaksin tersebut sudah dikirim nomor register dan nomr batch vaksin kepada BP POM Batam, sebab disana tempat menentukan vaksin tersebut asli atau palsu.

“Kemarin pihak BP POM Batam telah mengirim hasil pengujiannya dan ditemukan bahwa contoh vaksin yang dikirim dinyatakan asli, kita akan sampaikan ini kepada Bupati,” ujarnya.

Dibagian lain, meski pihak Dinas Kesehatan sudah mengatakan asli, namun warga tetap belum percaya seutuhnya karena pengecekan hanya dilakukan melalui nomor registrasi. “Obat itu semuanya tampak asli hingga kemasannya, sehingga kurang absah jika tidak dicek di laboratorium,” ungkap Udin, warga batu Tambun Tarempa kecamatan siantan dengan nada lemah.

Dirinya meminta jaminan yang jelas dari pemerintah. Mereka tidak ingin anaknya menjadi bahan percobaan dari obat yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Siapa yang akan bertanggungjawab jika dikemudian hari terjadi sesuatu dengan generasi penerus kita,” tutupnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar