Warga Antusias Ingin Cicipi, Tapi Beras Super Cap Gunung Daik Belum Dipasarkan

541
Pesona Indonesia
Warga Sungai Besar, Lingga, sudah memulai panen padi. foto:hasbi/batampos
Warga Sungai Besar, Lingga, sudah memulai panen padi. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kepala Desa Sungai Besar, Nazaruddin, mengatakan, pihak desa belum tahu secara pasti jumlah padi yang dipanen dari sawah Sungai Besar. Pasalnya hingga hari ini kegiatan panen masih terus berlangsung.

Pantauan dilapangan, sejumlah warga terlihat masih melakukan aktivitas mengarit batang padi yang telah menguning. Gabah padi yang dipanen dijemur terlebih dahulu sebelum digiling dipabrik yang diresmikan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Lingga.

“Sampai hari ini belum semua selesai di panen,” kata Nazaruddin, Jumat (22/7) sore.

Beberapa waktu lalu, Ady Indra Pawennari, pimpinan proyek dalam kegiatan launching percetakan sawah Sungai Besar, memperediksikan sedikitnya dari satu hektare lahan akan menghasilkan 3 hingga 5 ton beras. Sementara dilapangan, lebih kurang 7 hektare lahan sawah yang dilakukan aktivitas panen dan masih terus berlangsung.

Disampaikan Nazarudin, sejak dilakukan panen perdana lalu banyak warga Lingga yang mempertanyakan pemasaran beras lokal berlogo Gunung Daik tersebut. Warga, kata Nazaruddin, begitu antusias untuk membeli dan merasakan padi basah yang diproduksi langsung dari tanah Lingga ini.

“Ada warga yang juga bertanya kepada saya ingin membeli beras,” sambungnya.

Untuk sementara waktu, kata Nazaruddin, beras produksi Sungai Besar belum dipasarkan secara luas. Gabah yang dipanen dilakukan proses penjemuran dan disimpan didalam gudang. “Teknisnya nanti, pak Ady yang lebih paham,” tambahnya.

Sampai berita ini ditulis, Ady Indra Pawennari yang dihubungi Batam Pos belum memberikan keterangan berapa jumlah total produksi maupun pemasaran beras Super Cap Gunung Daik tersebut. Sementara warga Daik dan sekitarnya berharap dapat mencicipi hasil produksi sawah yang digagas Alias Wello bupati Lingga tersebut. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar