WN Singapura Terdakwa Illegal Fishing Divonis Bebas, Jaksa Mau Kasasi

800
Pesona Indonesia
Kepala Kejati Kepri, Andar Perdana Widiastono. foto:yusnadi/batampos
Kepala Kejati Kepri, Andar Perdana Widiastono. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Vonis bebas terhadap nahkoda kapal MV Selin, Choo Chiau Huat (50), warga negara Singapura oleh majelis hakim Pengadilan Perikanan Tanjungpinang, dalam sidang, Senin (11/7) beberapa hari lalu, bukan karena ketidakjelian Jaksa Penuntut Umum (JP) yang mendakwa dengan dakwaan tunggal.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kejati Kepri, Andar Perdana Widiastono, kepada sejumlah wartawan dikantornya, usai upacara hari peringatan hari adhiyaksa ke 56 tahun, Jumat (22/7). ”Ada cara lain, untuk melawan itu (vonis bebas, red), dengan cara kasasi. Saya sudah perintahkan jaksa untuk melakukan kasasi,” kata Andar.

Andar menegaskan, pihaknya sangat menghormati keputusan majelis hakim yang memvoniskan bebas kapten MV Selin 78 tersebut. Jaksa yakin dakwaan tunggal pada waktu itu bisa terbukti, namun nyatanya pada saat persidangan majelis hakim memutuskan lain. ”Kami menghormati keputusan hakim. Saya tidak mau mengomentari masalah itu,”ucap Andar.

Disebutkan Andar, pihaknya tidak boleh terjebak dalam wacana publik terkait vonis bebas tersebut. Karena wacana publik hanya sebatas asumsi. ”Kalau ada tindak pidana lain akan kami teliti. Apakah itu masuk dalam Pidana Umum (pidum), maka akan di lanjutkan,” ucapnya.

Kejati Kepri, jelas Andar, bersama tim Satuan Tugas (Satgas) 115 tentang Illegal Fishing akan berkomitmen untuk melaksanakan tugas sesuai aturan. Pihaknya juga tidak akan teloransi terhadap pelaku-pelaku Ilegal Fishing yang terjadi di perairan Kepri ini.

”Kami bersama tim Satgas 115 mendukung penuh, tak ada toleransi illegal fishing semacam itu. Yang jelas kami tetap menghormati keputusan hakim,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Choo Chiau Huat (50), warga negara Singapura adalah terdakwa kasus illegal fishing. Ia divonis bebas dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (11/7). Terdakwa adalah nakhoda kapal MV Selin berbendera Malabo yang membawa belasan pemancing wisata dan memancing di perairan Indonesia tanpa ijin.

Putusan tersebut dibacakan oleh ketua majelis hakim Jhonson Fredy Sirait dan Hakim Ad-hoc Ir Ahmat Sirpani dan Imam Bustan menyatakan terdakwa tidak terbukti melakukan tindakan hukum sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa sebelumnya didakwa dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia melakukan usaha perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan, dan pemasaran ikan yang tidak memiliki SIUP sebagaimana diatur dan diancam dengan pasal 92 Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI INdonesia Nomor. 31 Tahun 2004 tentang perikanan.

”Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dan membebaskan terdakwa dari dakwaan Penuntut umum, Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya dan memerintahkan terdakwa dikeluarkan dari tahanan di Rumah tahanan negara segera setelah putusan ini dibacakan,” ujar Jhonson, membacakan putusannya saat itu.

Dalam amar putusan itu juga, Jonson menetapkan terkait barang bukti diantaranya, 1 unit KM MV Selin 78 GT, 6 (enam) buah alat pancing, 1 (satu) bundel dokumen kapal dikembalikan kepada pemiliknya.

Usai pembacaan putusan itu, terdakwa Choo Chiau Huat menyatakan menerima. Sementara JPU, Yuri Prasetya yang hadir dalam sidang pembacaan putusan itu menyatakan akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan yang jauh dari tuntutan pihak JPU.

Kasus ini bermula saat Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV menangkap MV Selin GT 78, yang merupakan kapal berbendera Malabo (negara bagian Afrika Selatan) pada Sabtu (16/4) lalu. Penangkapan itu berlangsung di perairan utara Pulau Bintan, atau sekitar perairan Berakit pada posisi 01 19 026 U-104 34 901 T. Kapal yang di nahkodai oleh kapten kapal berwarga negara Singapura tersebut, bersama tiga anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia. Sementara itu didalam kapal juga ditemukan 13 orang penumpang yang terdiri dari 7 orang berkewarganegaraan Singapura dan 6 orang berkewarganegaraan Malaysia.

Dari hasil pemeriksaan, terdakwa Choo Chiau Huat dan tiga Anak Buah Kapal (ABK) mengaku berangkat dri Pelabuhan Pongol Marina Singapore menuju perairan Estain Bang tempat kapal-kapal lego jangkar dengan membawa penumpang pemancing ikan sebanyak 13 orang yaitu tujuh orang berkewarganegaraan Singpore dan enam orang berkewarganegaraan Malaysia.

Namun, akibat tidak adanya ikan yang didapat di perairan Singapore itu, nahkoda membawa kapal dan berpindh tempat menuju perairan utara Tanjung Berakit. Setibanya disana, pada hari Sabtu, 16 April 2016 Kapal Patroli TNI AL pun memergoki aksi pemancingan ikan diperairan indonesia itu dan melakukan pemeriksaan dokumen. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan ikan hasil tangkapan sebanyak dua ekor ikan campuran dan kapal tersebut tidak memiliki dokumen berupa SIUP untuk melakukan penangkapan ikan atau pemancingan ikan di wilayah Indonesia.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar