128 Anak Batam Ikuti Coke Kicks 2016

904
Pesona Indonesia
foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Berlokasi di lapangan sepakbola Tanjungriau Batam, 128 anak dari usia 12 hingga 17 tahun mengikuti Coaching Clinic berjudul Coke Kicks yang diadakan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) bekerja sama dengan Batam Pos dan Sekolah Sepak Bola (SSB) Erdeka Muda.

Corporate Affairs Manager CCAI Regional Sumatera dan Kalimantan, Yayan Sofian mengatakan, acara Coke Kicks ini merupakan sebuah komitmen dari Coca Cola yang diperuntukan untuk memfasilitasi pemain muda usia 12 tahun hingga 17 tahun dengan membekali mereka tidak hanya pada skill sepakbola melainkan juga mengajarkan gaya hidup aktif dan sehat.

“Sehingga nantinya mereka akan tumbuh menjadi pemain sepakbola yang komplit,” ujar Yayan kepada Batam Pos, Sabtu (23/7).

Coke Kicks 2016 ini mendatangkan dua pelatih sepakbola dari Asian Soccer Academy (ASA) Foundation Jakarta, yaitu Yoga Remonaldi dan Eko Darmawan yang dibantu pelatih-pelatih SSB Erdeka Muda (binaan Batam Pos).

“Selain coaching clinic, anak-anak juga diberi pendidikan tentang bagaimana bermain sepakbola yang baik dan benar,” kata Yayan.

Pelatih ASA Foundation Jakarta, Yoga Remonaldi menuturkan, di hari pertama ini (Sabtu, 23/7), anak-anak diberi pelatihan dasar sepakbola. Pelatihan itu dibagi menjadi tiga sesi, yaitu dribel, kontrol dan passing bola.

“Sedangkan di hari Minggunya, 128 anak dari delapan tim yang masing-masing terdiri 16 pemain ini akan kami adu dengan mengadakan sebuah turnamen mini,” ungkap Yoga.

Dari dua hari pelaksanaan Coke Kicks ini, ASA Foundation juga melakukan seleksi untuk menemukan bakat anak-anak muda di Batam yang nantinya ada program lanjutan ASA Foundation di Jakarta.

“Kami pantau dan amati anak-anak yang mengikuti Coke Kicks ini bisa menerima, menjalankan dan menerjemahkan instruksi dan arahan pelatih dengan baik dan benar atau tidak,” tutur Yoga.

Untuk menambah semangat anak-anak, setelah turnamen mini itu juga akan diberikan penghargaan dan piagam kepada pemain terbaik, top skor dan tim terbaik.

Ia mengakui Indonesia tak akan pernah kekurangan bakat-bakat pesepakbola muda, namun seperti telah disebutkan bakat-bakat tersebut masih bakat mentah, jika tak dibina sejak usai dini dengan pelatihan yang baik dan benar.

Salah satu peserta Coke Kicks, Hagi Rahmansyah mengaku meski sudah mengetahui teknik-teknik dasar bermain bola seperti dribel, kontrol dan passing, namun dengan mengikuti coaching clinic, ia bisa menambah ilmu baru.

“Asyik, bisa dapat teman baru juga,” ucap pemain yang memperkuat SSB Erdeka Muda ini. (cr16)

Respon Anda?

komentar