7 Tersangka Korupsi Titipan Kejati Tak Mendapat Fasilitas Khusus

931
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Tujuh tersangka dari dua kasus korupsi yang ditangani Kejati Kepri, yang dititipkan ke Rutan Kelas IA Tanjungpinang, tidak ada yang mendapat perlakuan dan fasilitas khusus.

Hal itu dikatakan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IA Tanjungpinang, Budi Istiawan, saat ditemui dikantornya, Kamis (21/7). ”Tidak ada penempatan khusus. Semua sama seperti tahanan kasus lainnya,”ujar Budi.

Budi mengatakan, para tahanan yang di titipkan di Rutan. Saat ini ditempatkan di ruang Admisi Orientasi (AO) selama satu atau dua minggu kedepan bersama puluhan tahanan pidana umum lainnya.

”Nanti baru dipindahkan ke ruangan tahanan tipikor. Ruangan AO ini untuk penyesuaian saja,”kata Budi.

Saat dittitipkan ke Rutan, sebut Budi, kesemua tersangka dalam keadaan sehat. Itu berdasarkan surat keterangan dokter yang diberikan Kejati Kepri.

”Di Rutan juga kami periksa kembali. Dan semuanya juga dalam keadaan sehat,”sebut Budi.

Sejak dititipkan ke Rutan, jelas Budi, baru tersangka Radja Tjelak Nur Jalal yang dibezuk oleh keluarganya. Sedangkan tersangka lainnya belum ada yang membesuk.

”Pembezuk harus meminta surat izin terlebih dulu ke Kejati, karena mereka ini (tersangka) masih tahanan titipan Kejati. Surat izin harus ada, baru bisa besuk,”sebut Budi.

Adapun tujuh tersangka yang dititipkan pihak Kejati Kepri ke Rutan Kelas IA Tanjungpinang yaitu,

  1. Khairullah,
  2. Rustam Sinaga,
  3. Jamiat,
  4. Junaidi,
  5. Abdul Selamat,
  6. Radja Tjelak Nur Jalal dan
  7. Zulfahmi.

Ketujuh tersangka dari dua kasus korupsi yaitu dugaan Korupsi dana bansos Pemko Batam tahun 2011-2012 dan juga kasus korupsi pengadaan Mes Pemda dan Asrama mahasiswa Anambas di Tanjungpinang.(ias)

Respon Anda?

komentar