Lapis Legit Runner Up di Festival Makanan di Kota Sheki Azerbaijan

1807
Pesona Indonesia
Warga Azerbaijan memadati stand makanan Indonesia yang menyajikan aneka kue nusantara, salah satunya Lapis Legist yang akhirnya jadi juara II di ajang tersebut. Foto: kemenpar
Warga Azerbaijan memadati stand makanan Indonesia yang menyajikan aneka kue nusantara, salah satunya Lapis Legit yang akhirnya jadi juara II di ajang tersebut. Foto: kemenpar

batampos.co.id – Lapis legit, namanya begitu melegenda. Bahkan, hingga saat ini, makanan tersebut masih bisa didapatkan di berbagai pusat kuliner seantero Indonesia.

Ya, makan yang dikenal juga dengan nama Spekkoek (bahasa Belanda) memang khas Indonesia dan ngetop di tahun 90-an.

Nah, rupanya makanan satu ini menggoda lidah orang Republik Azerbaijan. Kue berlapis-lapis gelap-terang yang memberi kesan rasa manis di ujung lidah itu jadi favorit warga di negara yang merupakan Kaukasus di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya itu. Kue itu menjadi juara II untuk kategori makanan asing di “The Third International Traditional Sweets Festival” yang digelar di Kota Sheki, Azerbaijan, 21 Juli 2016.

Booth Indonesia dengan andalan kue lapis legit itu menjadi sangat popular, dengan rasa manis dan lembut. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Baku, mengikuti ajang itu di Azerbaijan dengan membawa delapan jenis kue dan minuman tradisional khas Indonesia. Antara lain pudding kelapa, klepon, lapis legit, lapis Surabaya, putu ayu, centik manis, onde-onde dan es melon. Kue-kue ini dipersiapkan oleh tim Dharma Wanita Persatuan Baku.

Antusiasme warga kota Sheki cukup tinggi terhadap kue-kue dan minuman asal berbagai daerah itu. Selain lapis legit, es melon juga sangat digemari, tak heran, karena ketika festival ini diadakan udaranya sangat cerah dan panas. Sehingga kehadiran es melon yang segar dan manis betul-betul mengundang selera.

“Kita bisa lebih banyak mendapatkan informasi mengenai potensi kerja sama antara Azerbaijan dan Indonesia ke depannya, di bidang pariwisata, perdagangan, maupun investasi,” ujar Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Dr. Husnan Bey Fananie.

Festival ini diadakan di Anshagi Karavansaray, yang merupakan komplek bangunan kuno yang berdiri sejak abad ke 19. Peserta yang mengikuti rangkaian festival ini, terdiri dari 22 daerah di Azerbaijan dan 15 negara di dunia.

“Ini merupakan bentuk konsistensi dari KBRI Baku untuk mempromosikan Indonesia dalam semua kesempatan yang ada di Azerbaijan. Tujuannya tentu supaya semua orang bisa mengenal, merasakan dan melihat Indonesia,” kata Meita Timoer Poerwonggo, Minister Counsellor pada KBRI Baku, dalam kesempatan yang sama.

Diharapkan pada akhirnya kegiatan ini dapat menarik warga Azerbaijan untuk berkunjung ke Indonesia.

Di kota Sheki, KBRI Baku juga mempunyai misi lain, tidak hanya mengikuti festival ini saja. Pada kesempatan ini, KBRI Baku juga melakukan pertemuan dengan Walikota Sheki, Mr. Elkan Usubov dan mengadakan Business Meeting dengan para pengusaha kota Sheki. Tercatat ada 15 perusahan yang ikut dalam Business Meeting tersebut.

Business Meeting ini antara lain bertujuan menjajaki peluang kerja sama bisnis ekspor produk makanan Indonesia ke Azerbaijan serta produk andalan lainnya.

Pengunjung The Third International Traditional Sweets Festival” yang digelar di Kota Sheki, Azerbaijan, 21 Juli 2016. Foto: kemenpar
Pengunjung The Third International Traditional Sweets Festival” yang digelar di Kota Sheki, Azerbaijan, 21 Juli 2016. Foto: kemenpar

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat dan mengapresiasi semangat KBRI di Azerbaijan untuk memenangi salah satu kategori di festival makanan itu. Diplomasi kuliner adalah cara yang sangat efektif untuk memperkenalkan culture dan Wonderful Indonesia.

“Karena kuliner adalah salah satu produk culture yang punya daya pikat yang luar biasa. Selamat, dan Salam Wonderful Indonesia,” kata Arief Yahya di Jakarta. (inf)

Respon Anda?

komentar