Susanti, Penderita Kanker Kulit Itu Tiada

1355
Pesona Indonesia
Detik-detik kritis Santi hingga akhirnya meninggal di RSCM Jakarta, Sabtu (23/7). foto: Komunitas peduli generasi/ RadarLampung
Detik-detik kritis Santi hingga akhirnya meninggal di RSCM Jakarta, Sabtu (23/7).
foto: Komunitas peduli generasi/ RadarLampung

batampos.co.id – Susanti penderita kanker kulit kronis (Basal Cell Corcinomah) meninggal.

Susanti merupakan gadis berusia 17 tahun asal Desa Canti, Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung. Dara itu tercatat sebagai siswi kelas tiga SMK Negeri Unggul Terpadu, Lampung Tengah.

Ia dinyatakan meninggal sekira pukul 14.45 WIB, Sabtu (23/7) di Gedung A, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Selama tujuh bulan, Santi -sapaan akrab Susanti berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Kanker menyerang bagian hidung sehingga sebagian daging wajahnya mengelupas.

Sebelum di RSCM, Santi sempat dirawat di beberapa rumah sakit yang ada di Lampung. Namun akhirnya, ia pun dirujuk ke RSCM karena dianggap memiliki peralatan lengkap agar mendapat perawatan lebih intensif.

Dari akun Facebook Komunitas Peduli Generasi digambarkan Santi sebelum kritis sempat memegang erat tangan seorang relawan. Ia berbisik lirih, “Santi sudah kuat… Santi mau pulang…”

Relawan mencoba menguatkan Santi agar tetap tegar. Namun selang beberapa menit kemudian, tubuh Santi menegang dan relawan segera keluar memanggil tim medis yang sedang bertugas di depan rawat inap gedung A lantai 1 No. 104.

Dengan sigap dokter jaga melakukan pertolongan pertama dengan memompa dada Santi.

“Namun rupanya Santi sudah benar-bear ingin ‘pulang’ kembali kepada sang Maha Pencipta…..”

Mewakili keluarga almarhumah Santi, komunitas yang mendampingi Santi selama perawatan mengucapkan ribuan terimakasih atas segala bantuan dan dukungan. Terutama kepada para dermawan.

“Semoga segala amal baik yang telah kita perbuat mendapatkan Rida-Nya dan menjadi amal ibadah yang diterima serta diberikan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, Amin,” tulis komunitas tersebut.

Menurut Narta (57), orang tua Santi, putrinya itu menjelaskan awalnya Santi sakit biasa. Cuma pilek.

Namun seiring berjalannya waktu, kondisinya makin memburuk hingga malaikat menjemput bidadari yang tegar itu hari ini. Selamat jalan Santi, Insya Allah husnul khotimah. Amin Allahumma amin. (ade/jpg)

Respon Anda?

komentar