Warga Batam, Waspadalah terhadap Gigitan Nyamuk

1974
Pesona Indonesia

nyamukbatampos.co.id – Musim hujan, Dinkes Pemko Batam mengimbau masyarakat melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan membudayakan 3M plus atau menguras, mengubur, menutup, serta menghindari gigitan nyamuk. Seperti diketahui musim hujan identik dengan penyakit demam berdarah dangue (DBD). Menggunakan semprot nyamuk, dan pemberantasan sarang ny

“Yang gampang ya 3D, bisa juga menggunakan semprot nyamuk, hingga pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal, Sabtu (23/7).

Menurutnya, prilaku hidup sehat dan bersih bisa dimulai dengan rajin mengecek tempat penampungan air, dispenser, atau pencegahan menggunakan pakaian yang panjang lengan saat akan tidur.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, lanjutnya, meskipun Dinkes memiliki program fogging, hal ini tidaklah efektif. Karena fogging bisa memberikan  kekebalan bagi jentik-jentik nyamuk yang masih muda.

“Sekali fogging akan membunuh nyamuk dewasa, sedangkan yang masih muda itu membuat mereka kebal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Sri Rupiati, DBD merupakan ancaman kesehatan apabila musim hujan datang. Hal ini disebabkan penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti hidup di wilayah tropis.

Nyamuk Aedes aegypty hidup di genangan air, dan tidak bersentuhan secara langsung dengan tanah.

Untuk menekan meningkatnya jumlah penderita DBD, dan berkembangnya penyebaran penyakit demam berdarah dague ini dengan cara turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyuluhan door to door. Memberikan akses informasi kepada masyarakat tempat yang menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk Aedes Agepty.

Tambahnya, Dinkes bersama masyarakat juga melakukan gebrakan pencegahan berdasarkan karakteristik wilayah. Seperti yang dilakukan di Belakangpadang, karena kebanyakan masyarakat di sana menampung air, maka dilakukan gerakan tutup wadah penampungan air, dan pengurasan secara rutin, dan fogging di wilayah yang telah ditemukan kasus DBD.

Tahun ini dikatakan dia, untuk fogging, Dinkes mendapatkan kucuran dana APBD hampir Rp 600 juta. Untuk satu kali fogging biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2.5 juta.

Fogging merupakan pilihan terakir yang dilakukan oleh Dinkes. Utamakan 3M dulu,” tutup dia

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Batam, selama bulan Januari terdapat sebanyak 149 kasus DBD yang terjadi, tiga diantaranya meninggal.(cr17)

Respon Anda?

komentar