Erdogan Bubarkan Pasukan Elit yang Mengawalnya

358
Pesona Indonesia
Presiden Turki Erdogan. Foto: AFP
Presiden Turki Erdogan. Foto: AFP

batampos.co.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terus melakukan bersih-bersih pasca upaya kudeta gagal.

Tak tanggung-tanggung, Erdogan membubarkan pasukan elite yang selama ini mengawalnya. Erdogan sudah tidak percaya lagi dengan pasukan elite yang selama ini menjaganya. Maklum, sebagian dari pasukan pengawal presiden memang terlibat dalam upaya kudeta pekan lalu.

Perdana Menteri Binali Yildrim mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa pasukan pengawal presiden telah resmi dibubarkan.

“Kami memutuskan tidak akan ada lagi unit penjaga di kompleks ini,” ujar Yildrim sebagaimana diberitakan CNN, Minggu (24/7/2016).

Pembubaran ini merupakan bagian dari upaya Erdogan membersihkan pemerintahan dari elemen-elemen yang dinilainya terlibat dalam kudeta.

Untuk diketahui, sejumlah anggota pasukan pengaman presiden ikut menduduki stasiun penyiaran TRT saat kudeta pecah Jumat (15/7/2016) lalu.

Sejak pekan lalu, sudah lebih dari 9 ribu personel militer ditahan atas tuduhan terlibat dalam kudeta. Namun pemerintah mengklaim bahwa sekitar 1.200 di prajurit sudah dibebaskan.

Selain itu, lebih dari 50 ribu pegawai instansi sipil dan militer dipecat atau diskros oleh rezim Erdogan. Termasuk di antara mereka adalah hakim, guru, polisi dan jurnalis.

Tak hanya itu, Erdogan juga memerintahkan penutupan ribuan sekolah swasta, badan amal, dan sejumlah lembaga lainnya akhir pekan ini.

Seperti diberitakan The Guardian, Sabtu (23/7), Erdogan telah mengeluarkan dekrit untuk menutup 1.043 sekolah swasta, 1.229 badan amal dan yayasan, 19 serikat pekerja, 15 universitas dan 35 lembaga medis.

Semua institusi itu dinilai memiliki keterkaitan dengan Fetullah Gulen yang dituding Erdogan sebagai dalang kudeta.

Seperti diketahui, Gulen saat ini hidup dalam pengasingan di Amerika Serikat. Ulama muslim itu telah membantah tudingan Erdogan tersebut dan menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dengan upaya kudeta yang menyebabkan 246 orang tewas tersebut.

Di hadapan parlemen Turki pekan ini, Erdogan menegaskan bahwa ia akan terus berupaya untuk melawan dan mencegah teror di Turki, termasuk dengan memburu Gulen.

Diketahui bahwa pasca kudeta gagal, Erdogan mengumumkan keadaan darurat di Turki selama tiga bulan ke depan. Selama kurun waktu itu juga, Erdogan berjanji untuk melakukan restrukturisasi di tubuh militer Turki. (rmol/dil/jpnn)

Respon Anda?

komentar