Jangan Terlena dengan Penghargaan Adipura Kirana

549
Pesona Indonesia
Piala Adipura Kirana diarak keliling kota Tanjungbalai Karimun.foto:tri haryono/batampos
Piala Adipura Kirana diarak keliling kota Tanjungbalai Karimun.foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Kabupaten Karimun yang meraih penghargaan Adipura Kirana di tahun 2016 ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya Relawan Sabtu Bersih 757 binaan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

”Alhamdulillah, ini berkat semua pihak yang mendukung untuk kebersihan di Kabupaten Karimun ini. Dan harus tetap dipertahankan, serta ditularkan kepada generasi penerus kita yang akan datang,” kata Ketua Relawan Sabtu Bersih 757, H Lawi usai melakukan gorong royong di Coastal Area bersama rekan-rekan yang rata-rata lanjut usia, Minggu (24/7).

Dengan melakukan aksi bersih-bersih di setiap hari libur, maka secara tidak langsung dapat menjalin talisilaturahmi bersama warga sekitarnya. Selain sehat, juga memberikan contoh kepada warga yang belum mau memperhatikan lingkungannya. Sehingga, aksi peduli lingkungan akan berdampak positif kepada semua pihak. Apalagi wilayah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, secara otomatis kita menjadi perhatian mereka yang berkunjung.

“Memang ada berbagai kritikan yang kita dengar, namun menurut mari kita berpikir positif. Untuk kebersamaan, memperindah kampung kita ini, kalau bukan kita siapa lagi,” ajaknya.

Sebelumnya, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh organisasi, lembaga, instansi dan masyarakat Kabupaten Karimun yang sudah mendukung kegiatan bersih lingkungan sehingga saat ini Karimun mendapat Adipura Kirana untuk yang pertama kalinya

“Keberhasilan ini mari kita syukuri, namun jangan terlena dengan apa yang sudah dicapai saat ini. Kita harus terus berbenah lagi agar bisa bekerja dan semakin berprestasi di berbagai bidang,” paparnya.

Pantauan dilapangan, para orang tua dengan semangat melakukan aksi bersih-bersih di Coastal Area. Dengan tidak segan-segan mereka menunggut sampah yang berserakan di bibir jalan, maupun di bebatuan ditepi pantai.

“Sambil olahragalah. Mungut sampah, itung-itung beramal,” ucap Azis.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar