Jika Jokowi Dikudeta, Pengamat Ini Pastikan Gagal

486
Pesona Indonesia
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi. Foto: dokumen JPNN.Com
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi. Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id -Kudeta gagal yang dilakukan kelompok militer di Turki menjadi pelajaran penting bagi negara-negara lain. Tidak mudah menggulingkan pemerintahan yang didukung penuh oleh rakyatnya.

Nah, bagaimana jika hal itu terjadi di Indonesia? Pengamat politik Burhanudin Muhtadi mengatakan, posisi Presiden Joko Widodo saat ini sangat kuat karena mendapat legitimasi mayoritas rakyat. Karenanya, akan sangat sulit mengudeta presiden.

Burhan meyakini, andai ada pihak yang ingin melakukan kudeta terhadap Jokowi pasti akan gagal.

“Kalau ada yang bermimpi melakukan kudeta akan sulit mendapatkan dukungan publik,” katanya saat menjadi pembicara paparan hasil survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting di Jakarta, Minggu (24/7/2016).

Burhan menjelaskan, Jokowi pada awal-awal menjadi presiden memang belum bisa mengonsolidasikan kekuatan politik yang ada sebaik mungkin. Akibatnya, kata direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia itu, Jokowi terjebak pada kepentingan partai politik pendukungnya.

Namun demikian, kata Burhan, kini Jokowi semakin mampu mengonsolidasikan kekuatan politik partai pendukungnya. Apalagi Partai Golkar, PAN dan PPP kini bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi.

Sebelumnya hasil survei SMRC menunjukkan 76,5 persen responden menyatakan Indonesia sudah berada di jalan yang benar di bawah kepemimpinan Jokowi.

“Saat ini, 67  persen warga Indonesia (responden) menyatakan puas dengan kinerja Jokowi,” kata Direktur Program SMRC Sirojuddin Abbas  saat paparan hasil survei di Jakarta, Minggu (24/7/2016).

Abbas melanjutkan, survei juga menemukan  hanya 12,5 persen yang menyatakan Indonesia ke arah yang salah. “Tapi, secara keseluruhan legitimasi pemerintah cukup tinggi,” tegas Abbas.(boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar