Kadisdik Anambas akan Hukum Guru yang Bolos Mengajar

909
Pesona Indonesia
Seorang guru sedang mengajar murid SD. foto:dok
Seorang guru sedang mengajar murid SD. foto:dok

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas Herianto, menegaskan pihaknya tetap akan menindak oknum guru yang tidak masuk kerja pada jadwal yang telah ditentukan. Pasalnya dengan adanya hukuman, bisa membuat efek jera kepada para guru yang sering bolos.

“Kita tetap akan tindak, kita akan memotong kesranya sebesar 25 persen dari kesra keseluruhan sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya kepada wartawan Jumat (22/7) siang.

Ia heran terkait adanya guru yang masih saja mau memperpanjang liburnya. Pasalnya libur guru sudah terlalu panjang yakni dari pertengahan bulang Juni hingga pertengahan bulan Juli. Jika hingga kini masih ada yang belum masuk artinya itu merupakan unsur kesengajaan.

“Tidak ada alasan transportasi susah, kalau sudah tahu susah kan bisa memesan tiket lebih dulu, yang hanya cuti lima hari saja bisa kembali ke Anambas,” ungkapnya lagi dengan nada kesal.

Meski demikian dirinya belum mengetahui berapa banyak guru yang tidak masuk tanpa keterangan (TK). Pasalnya untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Anambas ini diperlukan waktu satu minggu baru selesai, mengingat rentang kendali dari sekolah satu ke sekolah lain di tujuh kecamatan.

“Sidak yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan selesai seminggu, kita akan tunggu seminggu ini, laporannya baru akan dilaporkan kepada Kepala Daerah dan tembusan kepada kita,” ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Anambas selain melakukan sidak ke seluruh instansi pemerintah juga kepada sejumlah sekolah. Sidak dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mengevaluasi dan monitoring para guru yang belum masuk kerja di hari pertama proses belajar mengajar.

“Sebenarnya tidak ada alasan lagi bagi guru untuk tidak masuk kerja, sebab guru libur yang diberikan sudah cukup panjang,” kata Kepala Bidang Disiplin dan Kesra Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Nurgayah, saat sidak Senin (18/7) pagi.

Namun sayangnya hasil sidak itu belum dapat disampaikan karena pihaknya masih menunggu laporan dari masing-masing Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan di setiap Kecamatan untuk membuat laporan ke pihak BKD. “Kurang lebih satu minggu,” ungkapnya.

Terhitung dari hari ini diberlakukan untuk pemotongan bagi guru yang tidak masuk tanpa keterangan yang jelas. Jika ada guru yang beralasan karena transportasi ia tidak mau tolerir, sebab guru sudah memiliki cukup waktu yang panjang dalam mengisi liburnya.

“Ia meminta kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan agar dapat koorperatif dalam menyikapi persoalan tersebut. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kedisplinan bagi seluruh guru yang bekerja di Kabupaten Kepuluan Anambas,” tegasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar