Kejari Ranai Eksekusi Terpidana yang Sudah Divonis, 42 Dikirim ke Lapas Tanjungpinang

352
Pesona Indonesia

Kejaksaan-Negeri-Ranai-Natubatampos.co.id – Kejaksaan Negeri Ranai kembali mengeksekusi 42 tahanan yang sudah divonis Pengadilan Negeri Ranai, Jumat (22/7). Tahanan tersebut dikirim menggunakan kapal pelni ke Lapas Tanjungpinang.

Dari 42 tahanan tersebut, 6 merupakan tahanan kasus illegal fishing warga negaraan Thailand dan Vietnam, yang akan menjalani hukuman subsider selama beberapa bulan. Enam tahanan kasus illegal fishing ini merupakan titipan dari Kacapjari Anambas.

Kajari Ranai Afrianto mengatakan, pengiriman 42 tahanan tidak terlepas dari dukungan pihak terkait, baik Kepolisian Resort Natuna maupun Lanal Ranai. Karena khusus tahanan illegal fishing, kejaksaan tidak diberikan anggaran maksimal.

“Sebenarnya enam nelayan asing ini tidak ditahan, mereka hanya menjalani hukuman subsider, karena tidak mengganti kerugian negara,” kata Afrianto.

Sementara di Natuna sendiri, kata Afrianto, didominasi perkara illegal fishing yang cukup tinggi dibanding perkara tindak pidana umum, baik narkoba dan kriminal lain.

Kejaksaan Negeri Ranai tahun ini, kata Afrianto, hanya dianggarkan untuk biaya penuntutan di persidangan. Sementara kondisi di Natuna, hingga saat ini belum dibangun Lapas. Disatu sisi, tangkapan kapal ikan di ZEEI tidak dinyatakan tahanan selama proses hukum, berdasarkan perjanjian Anclos.

“Jadi khusus tahanan illegal fishing, terpaksa gunakan uang pribadi saya. Kami juga dibingungkan biaya pangan mereka sebelum vonis pengadilan,” kata Afrianto. (arn/bpos)

Respon Anda?

komentar