Masih Diragukan, UMRAH Dituntut Berikan Kontribusi

727
Pesona Indonesia
Universitas Maritim Raja Ali (UMRAH) Tanjungpinang. foto:dok
Universitas Maritim Raja Ali (UMRAH) Tanjungpinang. foto:dok

batampos.co.id – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang sudah hampir lima tahun berkiprah di Provinsi Kepri sebagai salah satu perguruan tinggi negeri. Akan tetapi, kualitas pendidikan masih diragukan. Karena masih banyaknya putra-putri Kepri yang memilih untuk melanjutkan pendidikan ke luar Kepri.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sangat mengharapkan peran dari UMRAH Tanjungpinang dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan Provinis Kepri. Apalagi UMRAH meurpakan salah satu perguruan tinggi yang konsen pada pengembangan sektor maritim.

“Kepri merupakan daerah yang 96 persen adalah laut. Sehingga banyak potensi kebaharian yang belum tergali dengan maksimal,” ujar Gubernur Kepri saat memberi Materi kepada 800 mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di Hotel Bali, Tanjungpinang, Jumat (22/7) malam lalu.

Selain memotivasi peserta KKN Kebangsaan, Nurdin juga memaparkan potensi kebaharian Kepulauan Riau, khususnya sektor pariwisata. Laut yang luas, yang mencapai 96 persen wilayah Kepri, kata Nurdin, adalah potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri. Para mahasiswa, terlebih dari UMRAH harus menangkap peluang besar itu.

“Aspek kepariwisataan bahari merupakan peluang besar untuk dieksplorasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan rasa kebangsaan di masyarakat terutama masyarakat pulau terdepan,” papar Nurdin.

Pada kesempatan itu, Nurdin juga mengajak dan menyemangati para mahasiswa untuk berkorban dan berusaha demi menggapai sukses. Pengorbanan dan usaha serta kerja keras itu nantinya akan bermanfaat untuk Indonesia semakin maju dan sejahtera.

“Sukses tidak turun dari langit, pasti kita semua perlu pengorbanan. Jangan sampai potensi adik adik sekalian tidak tersalurkan,” tutup Nurdin.

Keberadaan KKN Kebangsaan ini merupakan wujud kepedulian NKRI terhadap masyarakat terdepan yang merupakan harga mati dalam kesatuan NKRI. KKN Kebangsaan ini diikuti 39 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia ditambah University Teknology Malaysia (UTM). Mereka melakukan registrasi dalam system eKKN online UMRAH. Program ini merupakan iven tahunan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Program tahun ini mengambil tema Pengembangan Ekowisata Bahari Pulau Terdepan Tertinggal Dan Terisolir Provinsi Kepulauan Riau Berbasis Masyarakat Sebagai Strategi Menjaga Kedaulatan NKRI. Tampak hadir dalam kesempatan itu Rektor Umrah Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi H Yatim Mustafa.

Terobosan ini memang mengajak dan membina mahasiswa agar menjadi seorang innovator, motivator dan problem solver. Juga agar para mahasiswa dapat memperdalam pemahaman dan pengalaman mahasiswa terhadap potensi dan cara pengembangan ekowisata di Kepulauan Riau.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar