Meski Punya Izin Resmi, Camat akan Police Line Lahan Ternak Ayam di Bintan

713
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Peternakan ayam milik Go Nguan Heng yang berlokasi di sekitar kawasan pariwisata terpadu PT SUN Resort, Desa Batu Licin, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), ternyata sudah memiliki izin resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan sejak 2009 lalu. Izin resmi peternakan diatas lahan 8 hektare (ha) itu berupa Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan izin lainnya dari dinas terkait.

“Klien saya (Go Nguan Heng-red) sudah kantongi izin resmi sejak 2009 lalu. Jadi informasi yang dikabarkan peternakan milik klien saya ilegal itu tak benar,” kata Agus Santoso, Kuasa Hukum dari Go Nguan Heng saat menggelar konfrensi pers di Tanjungpinang, Sabtu (23/7).

Diceritakannya, lahan seluas 8 ha itu milik Lim Seng Meng yang dikelola Go Nguan Heng (join) sejak 8 tahun lalu. Lahan seluas 2 ha digunakan untuk peternakan ayam sebanyak 20 ribu ekor yang terdiri dari ayam petelur dan ayam daging. Sedangkan lahan seluas 6 ha lagi dijadikan perkebunan yang ditanami pohon durian, sirsak, pisang, sayuran serta tanaman produktif lainnya.

Selama beraktivitas, kata Agus, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan (Distanhutnak) Bintan secara rutin bertandang ke peternakan kliennya untuk melakukan pengecekkan. Baik dari segi pengobatan, semprot hama, suntik dan lainnya. Ini semua untuk memastikan agar peternakan ayam tetap sehat dan sesuai ketentuan.

“Minimal dua kali dalam setahun Dinas Peternakan mengunjungi peternakan. Tentunya dengan kontrol rutin itu hama lalat tak akan ada. Jadi sudah jelas tak menghambat pembangunan PT SUN Resort,” akunya.

Selain memiliki legalitas dan aktivitasnya sesuai prosedur, sambungnya, banyak kontribusi yang diberikan dari hasil peternakan itu. Diantaranya merekrut 9 kepala keluarga (KK) sebagai pekerja, menyumbang dana untuk pembangunan rumah ibadah, memberikan sembako gratis kepada warga sekitar dan membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan.

Disamping itu, pihak kliennya juga telah memenuhi permintaan PT SUN Resort untuk mengosongkan lahan yang bersempadan. Bahkan beberapa kandang ayam juga sudah dipindahkan sesuai dengan lokasi yang diarahkan. Sehingga Pemkab Bintan menjanjikan tidak akan menutup peternakan ayam asalkan aktivitasnya sesuai dengan prosedur.

“Kami harapkan PT Sun Resort bisa bersinergi dengan kliennya untuk menjadikan peternakan ayam objek wisata. Kalau ditutup banyak warga menganggur. Tolong masalah ini diselesaikan secara adil,” ungkapnya.

Sementara Camat Bintim, Hasan menegaskan kepada Go Nguan Heng untuk segera menghentikan aktivitas peternakan dan memindahkan lokasi peternakan ayam ke kawasan lain. Karena dari hasil titik koordinat yang dimbil, peternakan yang berdiri diatas lahan seluas 8 ha itu masuk kedalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai kawasan hutan produktif.

“Izin peternakan yang diajukan tak bisa kita setujui. Karena bertentangan dengan Perda RTRW,” tegasnya.

Jika permintaan ini tak juga diindahkan pemilik ternak ayam. Maka ia akan bertindak tegas dengan melakukan penyegelan (police line) terhadap peternakan itu.

“Jadi kita minta aktivitas ternak ayam dihentikan dan pindah dari kawasan itu. Kalau pemilik ternak (Go Nguan Heng-red) masih mau beraktivitas tunggu Perubahan RTRW 2017 mendatang,” tegasnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar