Nelayan Menjala Ikan, Dapatnya Ikan Besar, Panjangnya 5 Meter

980
Pesona Indonesia
Ikan hiu paus yang tersangkut di jaring nelayan dibawa ke darat. Foto: edy herliansyah/ radarlampung.co.id/jpg
Ikan hiu paus yang tersangkut di jaring nelayan dibawa ke darat. Foto: edy herliansyah/ radarlampung.co.id/jpg

batampos.co.id – Seekor hiu paus dalam kondisi mati ditemukan di laut Teluk Semaka, kecamatan di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (25/7).

Menurut pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan setempat hiu paus (rhincodon typus) tersebut mati tersangkut di jaring milik nelayan warga pesisir Pantai Sumil Pekon (Desa) Karang Anyar Kecamatan Wonosobo.

Bundar, nelayan yang menemukan pertama kali mengatakan, ikan sepanjang 5 meter dengan diameter 3,5 meter itu ditemukan dinihari tadi.

Menurutnya, seperti biasa pukul 05.30 WIB dirinya memeriksa jaring yang sebelumnya ditebar di perairan laut Teluk Semaka pesisir Pantai Sumil.

”Perlahan-lahan saya menarik jaring, tapi terasa sangat berat sekali,” kata Bundar kepada Radar Lampung (Jawa Pos Group). Meski terus berusaha, ia akhirnya menyerah dan mengajak rekannya sesama nelayan untuk ikut membantu menarik jaring ikan.

Betapa terkejutnya nelayan-nelayan itu ketika melihat seekor ikan berukuran besar tersangkut di jaring dalam kondisi mati. Dengan perahu motor, ikan tersebut dibawa ke tepi pantai muara Sungai Semaka untuk diinformasikan kepada warga lainnya.

Karena penduduk nelayan setempat belum pernah melihat ukuran ikan begitu besar, mereka akhirnya melaporkan temuan itu ke Polsek Wonosobo. Dan, Kapolsek Iptu Junaidi bersama sejumlah anggota langsung meluncur ke lokasi.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, Junaidi menjelaskan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan setelah mendapat laporan.

Kepala Bidang (Kabid) Pesisir Pulau Pulau Kecil dan Pengawasan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tanggamus, Andi Firdaus menuturkan, ikan diperkirakan mati karena terpisah dari rombongannya dan tersesat di perairan laut Teluk Semaka.

Didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil, Robbi Zidni Jaya, ia menerangkan badannya yang berukuran besar membuat ikan cepat lelah. Kondisi ini dipicu juga atas usahanya kembali menemukan rombongannya.

”Akhirnya hanyut terbawa arus dan tersangkut di jaring milik nelayan lalu mati,” terang And.

Karena ikan jenis ini dilindungi, sambung Robbi, maka harus dilakukan langkah-langkah konservasi. Jika ditemukan hidup harus kembali dibebaskan ke laut lepas. Namun karena saat ditemukan mati, langkah konservasinya adalah dikubur.

Lokasi yang dipilih adalah seputaran pesisir Pantai Sumil muara Sungai (Way) Semaka Kecamatan Wonosobo. Karena berat, ikan diangkut dengan bantuan eksavator sekitar pukul 14.15 WIB hari ini. (jpg)

Respon Anda?

komentar