Oleh-Oleh dari Pulau Penyengat, Ada Barbie Berbaju Kerang

539
Pesona Indonesia
Imam Tupandi sedang memproduksi cinderamata di kiosnya di Pulau Penyengatbbelum lama ini. foto:Fara Verwey/batampos
Imam Tupandi sedang memproduksi cinderamata di kiosnya di Pulau Penyengatbbelum lama ini. foto:Fara Verwey/batampos

batampos.co.id – Selama ini, banyak yang berpikir ketika berkunjung ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang, dapat pulang dengan buah tangan penganan tradisional semacam deram-deram maupun otak-otak. Padahal, Pulau Penyengat punya oleh-oleh lebih daripada sekadar produk pangan.

Beralamat di Kampung Datok, ada sebuah bengkel kecil. Ukurannya tidak luas. Sekitar empat meter persegi saja. Namun, dari tempat kecil inilah lahir kreativitas besar. Adalah Imam Tupandi, pemilik sekaligus pengrajin di bengkel cenderamata tersebut.

Terpajang rapi gantungan kunci dari cangkang gonggong yang sudah dilukis. Juga dipajang hiasan lampu yang masih berbahan dasar sama. Lalu ada satu benda yang sangat mencuri perhatian. Namun, ditempatkan di pojok etalase.

“Oh ini iseng-iseng saya bikin baju boneka barbie dari kerang. Dan ternyata bisa juga,” ujar Imam, ditemui Batam Pos, beberapa waktu lalu.

Selama ini, Imam menuturkan, penjualan cenderamata seringkali ramai ketika musim liburan tiba. Tapi, di Penyengat, yang ramai bukan liburan sekolah. Justru libur lebaran yang baru saja berlalu. Karena pada saat-saat begitu jumlah pengunjung yang datang ke pulau ini melonjak berkali-kali.

Imam menambahkan, rata-rata yang membeli cenderamata hasil kreativitas tangannya adalah para pengunjung dari luar daerah Tanjungpinang. “Yang paling laris tentu gantungan kunci. Karena murah-meriah,” ungkapnya seraya tertawa.

Menurut Imam, permintaan penjualan cenderamata semacam ini akan lebih tinggi bilamana didukung oleh pemerintah daerah melalui instansi terkait. Utamanya untuk mempromosikannya hingga ke luar daerah.

“Syukur sekarang ada beberapa cenderamata saya yang dipajang di Dekrasnada di tepi laut. Sedikit-banyak itu membantu,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar