Pemkab Anambas Lanjutkan Kerjasama dengan STP Jakarta

757
Pesona Indonesia
Bupati Anambas, Abdul Harris (ujung kiri) saat menggelar pertemuan dengan manajemen STP di Jakarta. foto:syahid/batampos
Bupati Anambas, Abdul Harris (ujung kiri) saat menggelar pertemuan dengan manajemen STP di Jakarta. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas kembali akan memperpanjang kerjasama dengan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) yang ada di Jakarta. Kerjasama ini dimulai dari tahun 2016 hingga tahun 2019 nanti.

Kerjasama itu dipertegas dengan penandatangan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dengan pengurus Sekolah Tinggi Perikanan (STP) di Jakarta belum lama ini. Diketahui bahwasanya kerjasama ini sempat terputus pada tahun karena berakhir pada tahun 2015 lalu.

“Perpanjangan kerjasama ini untuk kurun waktu tiga tahun terhitung tahun 2016 hingga 2019 mendatang,” ujar Yunizar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (24/7).

Kerjasama yang dilakukan pun, tidak sebatas untuk mendidik anak-anak daerah menempuh pendidikan strata satu di sekolah tinggi tersebut. Sejumlah bidang khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat nelayan pun, menjadi perhatian pihak STP. “Harapan kami, anak-anak yang sudah menempuh pendidikan ini bukan cari kerja, tetapi menciptakan lapangan kerja,” bebernya.

Untuk merealisasikan hal ini, pihak STP Jakarta berikut dengan peserta didiknya akan diundang untuk datang ke Anambas. Mereka nantinya secara bersama-sama akan melakukan survei ke sejumlah lokasi yang diharapkan dapat menumbuhkembangkan potensi budidaya pada sektor kelautan perikanan.

“Artinya akan dipetakan daerah mana yang layak untuk budidaya udang, dan jenis ikan lainnya. Mengenai penganggarannya, Insya Allah tahun depan,” terangnya lagi.

Meskipun kaya akan potensi kelautan dan perikanan, namun data dari Kelautan Perikanan menyebut potensi efektif untuk pengembangan budidaya ikan laut di Anambas baru termanfaatkan sekitar 2,40 hektare dari total 383,11 hektare sesuai Perda nomor 3 Tahun 2013 tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten kepulauan Anambas.

Dari potensi yang sudah dimanfaatkan tersebut, produksi ikan hidup hasil pembudidayaan baru mencapai 68 ton serta baru menyumbang ke PAD sebesar Rp 260 juta dari sektor kelautan perikanan.

“Adapun luas keseluruhan wilayah Anambas yakni 46.664,14 km persegi dengan luas perairan sekitar 46.033,81 km persegi atau 98,65 % dan luas daratan sekitar 590,14 km persegi (1,35 %).

Yunizar mengambahkan 8 anak peserta didik dari Anambas angkatan pertama, pada 27 Agustus mendatang akan diwisuda.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar