ini Dia Pengemudi Perempuan Pertama Ojek Online Batam

1006
Pesona Indonesia
Wak-Jek
Wak-Jek f.cecep Mulyana

batampos.co.id – Batam punya layanan ojek online khusus yang namanya WakJek. Sebagian besar pengemudinya pria. Yang perempuan hanya satu, Ratnawati.

Jaket oranye itu nampak seperti jas bagi perempuan itu: besar dan memanjang hingga hampir menyentuh lutut. Tubuhnya nampak memendek. Sebab, lehernya ikut tertutup jaket.

Sesekali ia membenarkan perekat jaket di bagian leher dan lengan kirinya. Sekalipun begitu, ia tak berniat melepaskannya. Jaket itu telah menjadi identitas baru baginya. Ada tulisan Wak Jek di bagian punggung jaket parasut itu.

“Katanya pasti ada teman untuk saya. Tapi ternyata sampai sudah jalan, baru saya sendiri,” ujarnya sambil duduk.

Wanita itu memperkenalkan diri sebagai Bu Ratna. Nama lengkapnya, Ratnawati. Ia ibu rumah tangga yang kini merangkap menjadi pengemudi Wak Jek – layanan ojek berbasis online di Batam.

Ratna menjadi pengemudi perempuan pertama di sana. Ia mendaftar di bulan Mei, sebelum puasa Ramadan. Ia angkatan pertama yang ikut rilis seminggu yang lalu.

Keikutsertaannya dengan Wak Jek, sebenarnya, terinspirasi dari sinetron OK-Jek yang diputar setiap hari di NET Tv. Ia rutin menonton sinetron itu bersama suami dan kedua anaknya. Ia pun berceletuk, “Kalau ada yang seperti itu di Batam enak kali ya?”

Suaminya menimpali, “Memangnya mau?”

Wanita kelahiran Jawi-jawi, Solok – Sumatera Barat, 10 Juli 1979 itu langsung mengangguk. Ia ingin mengisi waktu luangnya dengan hal-hal yang ‘menghasilkan’. Ia merasa memiliki banyak waktu luang di sela-sela kegiatan hariannya menjadi ibu rumah tangga.

“Kalau ngikuti kerjaan rumah tangga itu pasti nggak ada habisnya. Tapi anak-anak kan sudah besar, sudah bisa ditinggal,” ujarnya memberi alasan.

Suaminya hanya diam saja. Namun, suatu hari, ia membawa pulang informasi lowongan pengemudi Wak Jek. Ia mendapatkannya dari media sosial facebook.

“Dia (suami) memperbolehkan. Saya langsung daftar. Waktu itu, kantornya masih di Greenland,” katanya.

Menjadi ibu rumah tangga yang merangkap sebagai pengemudi Wak Jek bukan hal yang sulit baginya. Pengemudi Wak Jek hanya sambilan. Tugas utamanya tetap menjadi ibu rumah tangga yang mengurus rumah, suami, dan anak.

Setiap hari, ia akan menyelesaikan tugas-tugas rumah tangganya terlebih dahulu. Kemudian, ia mengantar anak sekolah. Di sekolah, barulah ia akan mengaktifkan aplikasi Wak Jek-nya.

“Itu tandanya saya sudah siap menerima pesanan,” ujar Ibu Banta Aqilna dan Azifatul Sheeza ini.

Kedua anaknya bersekolah di wilayah Belian. Ia akan menunggu cukup lama di sana. Jika tak kunjung mendapat pesanan, ia akan meluncur ke bengkel cat mobil milik suaminya di Sei Panas. Di sanalah ia biasa menunggu pesanan.

“Kadang kalau antar suami jemput mobil, saya bisa sekalian ngojek pas pulangnya. Itu juga kalau ada pesanan,” tuturnya.

Pukul 17.00 WIB, ia akan kembali menon-aktifkan layanan Wak Jek-nya. Ia sudah berada di rumah untuk keluarganya. Menjadi ibu rumah tangga lagi.

“Wak Jek nggak menuntut kami ngojek sehari penuh,” kata wanita berhijab itu.

Dalam sehari, Ratna biasa mengantar empat orang. Lokasi asal dan tujuannya beraneka-ragam. Ia pernah mengantar orang dari daerah Batamcentre ke Batubesar atau Batamcentre ke Harbourbay.

Istri Batna Azhari ini tak pernah memilih penumpang karena jenis kelaminnya. Ia memilih penumpang berdasarkan lokasi awal penjemputan. Ia akan memilih penumpang yang dekat dengannya.

“Kalau dari lokasi awal sampai ke tujuan kan sudah dihitung dengan sistem. Kalau dari lokasi kami ke lokasi penjemputan itu kan tidak. Kalau saya pilih yang jauh, untuk apa?” ujarnya lagi.

Para penumpang mengenalnya sebagai pribadi yang ramah. Ini nampak dari komentar-komentar dan tanda bintang di aplikasi Wak Jek. Ia tersanjung.

Ratna memang tak pernah membiarkan penumpangnya diam. Ia selalu mengajak berbincang. Supaya suasana menjadi hidup dan menghilangkan bosan selama di perjalanan.

Wanita yang tinggal di Perumahan Buana Regency, Batamcentre ini memang merasa senang bisa bergabung dengan Wak Jek. Ia nyaman. Rekan-rekan sesama pengemudi tidak pernah ada yang mem-bully. Penumpang pun sopan.

Segala hal yang dibutuhkan sudah dipenuhi. Cara kerjanya sederhana dan tak membuat pusing. Dan yang paling penting, ia bisa membantu keuangan keluarga.

“Hidup dari penghasilan suami sebenarnya cukup. Tapi, masa depan suami siapa yang tahu. Kalau suami kita tiba-tiba sakit atau meninggal, bagaimana?” (wenny)

Respon Anda?

komentar