Please, Jangan Gunakan Hukuman Mati untuk Pencitraan

1575
Pesona Indonesia
Ilustrasi hukuman mati. Foto: istimewa
Ilustrasi hukuman mati. Foto: istimewa

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman yang membidangi hukum mewanti-wanti agar pemerintah tidak menggunakan hukuman mati kepada gembong narkoba untuk mendongkrak popularitas atau demi mengesankan publik tentang ketegasan dalam penegakan hukum. Menurutnya, justru hukuman mati mestinya dijauhkan dari sistem hukum Indonesia.

“Jangan jadikan eksekusi hukuman mati untuk satu popularitas politik, karena di dalam menjatuhkan hukuman mati sangat mungkin ada kesalahan dari hukum acara dan materiil,” kata Benny di gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (25/7).

Dia mengakui, hukuman mati memang bagian dari sistem penegakan hukum. Tapi, lanjut, ada presiden yang menjadi simbol presiden adalah simbol Bangsa Indonesia.

“Presiden simbol hati nurani bangsa. Jangan hukuman mati diobral untuk membangun popularitas politik,” pintanya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) I itu menambahkan, presiden memang harus memperbaiki sistem hukum karena ada setumpuk harapan dan cita-cita kemanusiaan. Karenanya, penerapan hukuman mati pun harus benar-benar selektif.

“Kalau hukuman mati masuk sistem hukum kita, dengan kewenangan dan wisdom, harus selektif. Modifikasi hukuman,” ujar anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Partai Demokrat itu.(fas/jpnn)

Respon Anda?

komentar