Singapura Bantah Jegal Tax Amnesty

837
Pesona Indonesia
Salah satu sudut Singapura. Foto: istimewa
Salah satu sudut Singapura. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pemerintah Singapura membantah tuduhan menjegal kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Singapura dan Otoritas Keuangan Singapura (MAS) akhir pekan lalu, mereka menjelaskan tidak pernah berupaya menjegal kebijakan tax amnesty Indonesia.

“Perbankan di Singapura tidak menawarkan potongan tarif pajak atau mengubah kebijakan kami untuk merespons program pengampunan pajak yang diluncurkan Pemerintah Indonesia,” ujar Kedutaan Singapura di Jakarta dalam pernyataan tertulisnya.

Mereka juga menyebut selalu berupaya mematuhi standar internasional dalam memberantas tindak kejahatan pencucian uang dan mengubah informasi.

“Jika ada kasus yang diduga penggelapan pajak lintas negara, otoritas terkait bisa menghubungi Singapura. Kami telah membantu dan akan terus membantu sesuai dengan standar internasional,” tutur mereka.

Pemerintah Singapura menegaskan tidak memiliki kepentingan untuk menampung dana terlarang dari pajak.

Pernyataan Negeri Singa ini untuk merespons komentar yang disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan kalangan pengusaha.

Wapres JK mengatakan, ada upaya yang dilakukan Singapura untuk menjegal kebijakan pengampunan pajak Indonesia. Kebijakan itu, kata JK, justru membuktikan satu hal yang selama ini dipercayai dan telah menjadi rahasia umum.

“Itu berarti membuktikan kebenaran suatu analisa bahwa uang terbanyak di Singapura berasal dari Indonesia,” ujar JK.

Menurut JK, setiap negara pasti akan berupaya agar dana yang ada di dalam negerinya tidak keluar ke negara lain. Sebab, dengan memiliki likuiditas yang melimpah, maka pembangunan bisa terealisasi lebih cepat.

Pernyataan JK itu juga diamini oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. Ia mengatakan, sadar ada potensi penarikan dana cukup besar dari pemilik modal dari negara tetangganya, perbankan negeri Singa itu menawarkan paket pembayaran pajak gratis.

Tawaran paket pembayaran pajak secara gratis atas deklarasi dana pemilik modal asal Indonesia oleh perbankan Singapura itu tentu saja ada syaratnya.

Fasilitas itu akan diberikan dengan syarat dana yang tersimpan di bank negara itu tidak ditarik dan dipindahkan ke Indonesia.

”Iya saya dapat kabar dari teman dan informasinya sudah cukup santer juga. Bank-bank di Singapura coba memengaruhi orang yang ikut repatriasi. Dengan cara mereka kasih penawaran duitnya jangan ditarik, tapi dengan cara dia yang bayarin repatriasi 4 persen (tebusan deklarasi tax amnesty, red),” ungkap Hariyadi.

Hal senada dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani yang menyebut bank-bank besar Singapura coba menahan dana WNI keluar dari sana. Bank-bank tersebut, kata dia, menawarkan pembayaran 2 persen dana tebusan amnesti pajak bagi WNI asal dana mereka tetap diparkir di Negeri Singa.

Pemerintah menargetkan dari program pengampunan pajak bisa menarik dana sebesar Rp 165 triliun. (jpgrup)

Baca Juga:
> Aset Pengusaha Kepri Banyak di Singapura, Ini Reaksi Apindo
> Singapura Jegal Tax Amnesty, Gratiskan Pajak Dana WNI
> Belum Sepekan Tax Amnesty Berlaku, Sudah Rp 5,2 Triliun Dana Masuk
> Membedah Keuntungan Tax Amnesty bagi Pengusaha
> Tax Amnesty Dongkrak Investasi Batam

Respon Anda?

komentar