Wow! Pria Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Hanya dalam 11 Hari

472
Pesona Indonesia
Fedor Konyukhov. (foto: AFP)
Fedor Konyukhov. (foto: AFP)

batampos.co.id – Seorang petualang asal Rusia, Fedor Konyukhov, telah mengakhiri penerbangannya mengelilingi dunia pada hari Sabtu (23/7).

Dengan menggunakan balon udara, Konyukhov terbang melewati rute dari Australia ke atas Selandia Baru, melintasi Samudera Pasifik, Amerika Selatan, Tanjung Harapan dan Samudera Selatan, sejak 12 Juli lalu.

Perjalanan sekitar 34.823 kilometer ini memecahkan rekor untuk penerbangan mengelilingi dunia tercepat dengan balon udara. Rekor sebelumnya dibuat oleh almarhum petualang Amerika Serikat Steve Fossett, yang pada tahun 2002 menjadi orang pertama yang terbang solo di seluruh dunia dengan balon selama 13 hari. Sementara Konyukhov dengan balon ketinggian 56 m itu, melalui rute itu dalam 11 hari dan enam jam.

Koordinator penerbangan Konyukhov, John Wallington, mengatakan bahwa Konyukhov telah terbang dengan balon hampir persis di atas titik awalnya.

“Rekor telah pecah, tak ada keraguan. Dia terbang di atas bidang yang sama yang tempat dia lepas landas,” kata Wallington seperti dikutip dari AFP.

Konyukhov telah mengalami perjalanan yang sangat menegangkan. Meskipun balon udara dilengkapi dengan instrumen canggih, Konyukhov sempat kesulitan hingga menggunakan masker oksigen saat melayang di ketinggian yang lebih tinggi.

Konyukhov juga harus berhadapan dengan suhu yang sangat dingin, yang sewaktu-waktu mencapai minus 35 derajat Celsius dan harus berurusan dengan lapisan es tebal yang menyelimuti gondola.

Dalam perjalanannya, Konyukhov juga sempat melintas dengan jarak pandang nol alias buta, ketika mendekati pantai Amerika Selatan saat malam tiba. Dia menemui salju dan es kristal saat ia terbang. Parahnya, turbulensi menyebabkan silinder propana saling menghancurkan satu sama lain.

Konyukhov sebelumnya telah menaklukkan kutub utara dan selatan dalam sebuah penerbangan solo. Pria berusia 64 tahun ini juga sudah keliling dunia dengan perahu.

“Dia hanya berpikir itu akan menjadi hal yang benar-benar baik untuk dilakukan. Memecahkan rekor mungkin sebuah bonus yang bagus buat dia, namun tujuannya hanya untuk terbang di seluruh dunia,” pungkas Wallington. (adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar