1.500 Pekerja Keroyok Interkoneksi Batam-Bintan

857
Pesona Indonesia
Teknisi menggesa pembangunan travo Gardu Induk (GI) Air Raja di PLTD Air Raja Tanjungpinang, Senin (25/7). F.Yusnadi/Batam Pos
Teknisi menggesa pembangunan travo Gardu Induk (GI) Air Raja di PLTD Air Raja Tanjungpinang, Senin (25/7). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – General Manager (GM) Kanwil PLN Riau – Kepri, Febby Joko Prihanto mengatakan, progres interkoneksi listrik Batam-Bintan (Babin) memasuki babak baru. Hari ini, Selasa (26/7) Gardu Induk (GI) Sri Bintan, Bintan dan GI Air Raja, Tanjungpinang energez atau menyalurkan tenaga.

“Dengan energez GI Sri Bintan dan Air Raja, menunjukan komitmen kami untuk segera menuntaskan pekerjaan interkoneksi Babin,” ujar Febby, Senin (25/7) usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Dijelaskannya, untuk GI Sri Bintan sudah beberapa hari mulai energez. Hanya saja, belum dilakukan secara resmi. Disebutkannya, apabila tidak ada halangan hari ini, Direktur PLN Regional Sumatera, Amir Husin akan turun langsung ke lokasi untuk melihat perkembangan pembangunan interkoneksi.

“Hasil kerja kami sampai ketitik ini, adalah bentuk komitmen kami untuk menjadi Pulau Bintan terang benderang,” papar Febby.

Menurut Febby, hambatan pekerjaan interkoneksi hanya terganggu pada persoalan perizinan dan lahan masyarakat. Sedangkan untuk pelaksanaan pekerjaan, tidak begitu mendasar. Masih kata Febby, untuk kelanjutan pembangunan tower sampai ke Kijang, Bintan sudah tidak menjadi persoalan lagi.

“Alhamdulillah, saat ini kita tinggal menggesa pekerjaan pembangunan tower. Karena untuk urusan lahan sudah sama-sama kita selesaikan. Apalagi TP4D Kejaksaan selalu memberikan pengawasan dan petunjuk kami dalam bekerja,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, apa yang menjadi target pihaknya kedepan adalah, GI Kijang, bisa energez pada akhir September mendatang. Saat ini, kata Febby ada 1.500 pekerja yang bekerja siang dan malam untuk menggesa penyelesai proyek interkoneksi.

“Apabila sudah rampung, kita berharap ini bisa diresmikan oleh RI satu. Komitmen kami, juga untuk membantu pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya lagi.

Febby juga menambahkan, terkait perkembangan ini, pihaknya sudah membuat laporan kepada Bapak Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Dikatakannya juga, Bapak Gubernur mengharapkan proyek ini bisa cepat selesai. Sehingga kebutuhan listrik di Pulau Bintan untuk jangka menengah teratasi.

Manager SDM dan Umum. PLN Kanwil Riau Kepri, Dwi Suryo menambahkan, sejalan dengan program pemerintah Provinsi Kepri untuk menjadikan Bintan sebagai kawasan Industri dan Pariwisata setelah Batam maka pembangunan infrastruktur di sektor kelistrikan yang disiapkan oleh PT PLN (Persero) berorientasi jangka panjang mengingat kebutuhan listrik sebagai roda penggerak ekonomi sehingga sistem kelistrikan yang handal dan efisien mutlak dibutuhkan, seperti SUTT 150 KV menjadi solusi yang tepat dalam penyediaan energi listrik di Pulau Bintan. apalagi terintegrasi dengan Sistem Kelistrikan di Batam.

“PT PLN (Persero) bersyukur dan berterima kasih banyak kepada pihak yang telah membantu kelancaran pembangunan SUTT dan GI 150 kV ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Gubernur,Walikota,Bupati, Kajati, Kajari, TP4D dan SKPD serta masyarakat pemilik lahan dan yang dilintasi jalur transmisi,” ujar pria yang akrab disapa Dwi tersebut menambahkan.

Sementara itu, Pimpro GI Air Raja, Yanis Girsang mengatakan, pekerjaan secara umum sudah selesai. Saat ini, hanya tinggal finishing. Menurutnya, apabila tidak ada halangan nanti malam (tadi malam,red) kabel dari SUTT sudah terpasang.

“GI Air Raja, ini kami kebut siang dan malam, setelah libur lebaran kemarin. Dari gardu ini nanti, bisa mengelola 60 mega watt. Karena ada dua travo yang dipasang,” ujar Yanis Girsang menjelaskan disela-sela mengawasi pekerjaan penyelesain GI Air Raja.
Seperti diketahui, sistem ini akan menyalurkan energi listrik sebesar 120 MW dari GI 150 kV Tanjung Uban dan GI Ngenang yang sudah lebih dulu beroperasi bersamaan beroperasinya sistem kabel laut Batam-Bintan pada tanggal 10 November 2015 lalu.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar