Berhasil Sukseskan Program KB, Wali Kota Tanjungpinang Raih Penghargaan

616
Pesona Indonesia
Sepasang orang tua memberikan makan kepada bayinya di Tepi Laut Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos
Sepasang orang tua dengan satu anak memberikan makan kepada bayinya di Tepi Laut Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah akan menerima penghargaan Manggala Karya Kencana pada acara puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIII 2016 yang akan dipusatkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 29 Juli 2016 mendatang.

Penghargaan yang direncanakan akan diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut merupakan bentuk apresiasi, karena Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dinilai berhasil dalam menyukseskan program KB.

“Komitmen Wali Kota memang seperti itu. Ini juga dibuktikan dengan adanya Kampung KB, serta partisipasi penduduk yang sangat bagus,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3AKB-) Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, Senin (25/7).

Ahmad Yani juga mengatakan, penghargaan Manggala Karya Kencana juga akan diberikan kepada tiga gubernur dan 54 Walikota dan Bupati se-Indonesia. Penghargaan Manggala Karya Kencana ini, merupakan penghargaan pertama yang diterima Wali Kota Tanjungpinang.

“Penghargaan ini diberikan kepada Kepala Daerah se-Indonesia karena berkomitmen terhadap penyelenggaraan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana serta Pembangunan Keluarga Sejahtera di daerahnya,” ujarnya.

Dikatakan Yani, penggunaan KB di Kota Tanjungpinang telah melebihi target yang dipatok oleh pemerintah pusat, yaitu 65 persen. Menurutnya, masyarakat Kota Tanjungpinang pada umumnya telah memiliki kesadaran untuk ber-KB. “Yang penting pemerintah tinggal menyiapkan alat kontrasepsi yang dibutuhkan,” ujarnya.

Masyarakat Kota Tanjungpinang, kata dia, umumnya menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek. Tapi, pihaknya menganjurkan untuk menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang, seperti penggunaan spiral dan implan. Karena penggunaannya lebih menjamin pencegahan kehamilan. “Kalau pil dan suntik kan kalau kelupaan, si ibu masih bisa hamil,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar