Beri Kuliah Umum, Inilah yang Disampaikan Luhut Panjaitan di USU

1205
Pesona Indonesia
Luhut Binsar Panjaitan. Foto: dokumen JPNN
Luhut Binsar Panjaitan. Foto: dokumen JPNN

batampos.co.id – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal TNI (Purnawirawan) Luhut Binsar Pandjaitan, mengisi kuliah umum di USU, Senin (25/7). Kuliah umum yang disampaikan bertema ‘Pembangunan Wilayah Berbasis Politik, Hukum, dan Keamanan’.

Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 300 orang dari civitas akademika USU, yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa USU. Mulai dari rektorat, guru besar, dosen, dan mahasiswa.

Dalam kuliah umumnya, Luhut membahas berbagai hal menyangkut kondisi perekenomian, budaya, dan strategi pembangunan. Tak hanya itu, ia pun berbagi pengalamannya dalam membangun negara ini. “Dalam membangun negara, harus dibangun dengan semua kemampuan yang ada, tanpa melihat perbedaan.

Selain itu, negara harus dibangun dengan budaya yang baik. Karena jika tidak, akan ada gap-gap (kelompok) tertentu. Terpenting, bekerja dengan hati sesuai kenginan dan juga aturan. Dengan begitu, maka semua akan berjalan lancar. Namun, tidak lupa juga berdoa,” tuturnya.

Luhut menyebutkan, ada strategi pembangunan negara yang harus dilakukan. Di antaranya, pemerataan pembangunan, peningkatan daya saing, dan transformasi komoditi berorientasi industri.

Lebih lanjut ia memaparkan, ekonomi global saat ini masih dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi, dengan beberapa prospek pertumbuhan yang menurun di negara-negara maju. Seperti Uni Eropa, Tiongkok, dan Jepang. Meski begitu, ekonomi Indonesia dapat tumbuh dengan prospek yang cukup baik, karena terus dilakukan upaya pengembalian iklim ekonomi.

“Tax amnesty merupakan satu program pemerintah untuk meningkatkan perekonomian negara. Sebab, dengan pengampunan pajak yang seharusnya terutang akan mendatangkan pendapatan kepada negara,” jelasnya.

Tak hanya itu, topik lain juga disampaikan Luhut dalam kuliah umumnya, yakni persoalan hukum, narkoba, hingga terorisme. Kata Luhut, saat ini untuk persoalan peredaran gelap narkoba, hampir 70 persen dikendalikan dari penjara. Karena itu, pemerintah akan memisahkan penjara narkoba, teroris, perampok, dan sebagainya. “Setiap hari sedikitnya 49 orang tewas akibat narkoba. Untuk itu, narkoba musuh negara dan pemerintah sedang berusaha untuk menghentikan peredarannya di penjara,” katanya.

Terkait kasus korupsi, sambung Luhut, harus ada terobosan. Misalnya, kalau ada pejabat yang melakukan korupsi, tidak perlu lagi dipenjarakan. Melainkan, disuruh bayar kerugian negara dan dicopot tidak hormat dari jabatannya.

“Banyak sekali pejabat yang diperiksa dan tersandung kasus korupsi dengan bangga tersenyum dan tertawa. Malahan, rompi berwarna oranye itu seperti sebuah kebanggaan, bukan lagi hal yang memalukan. KPK sudah menangkap menteri, jenderal, kepala daerah, juga tokoh agama. Tapi mereka masuk dan seperti tak merasa bersalah memakai jaket itu,” sebutnya.

Sementara Rektor USU, Prof Runtung Sitepu menuturkan, kuliah umum tersebut sangat bagus dan memberi manfaat untuk pengembangan wawasan civitas akademika USU. Kata Runtung, ia pun berterima kasih atas kesediaan Menkopolhukam.

“Ini merupakan bagian dari pencerahan dan sangat besar manfaat bagi kami, dengan wawasan dan pengalaman Bapak Menteri. Semoga kuliah umum ini dapat memberi wawasan untuk membangun USU lebih maju lagi,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar