Curi Ikan di Natuna, Polair Polda Kepri dan Mabes Polri Tangkap Dua Kapal Berbendera Malaysia

831
Pesona Indonesia
Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian memberikan penjelasan soal penangkapan dua kapal nelayan berbendera Malaysia karena mencuri ikan di perairan Natuna, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian memberikan penjelasan soal penangkapan dua kapal nelayan berbendera Malaysia karena mencuri ikan di perairan Natuna, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Satuan Direktorat Polisi Perairan Polda Kepri bersama Polisi Perairan Mabes Polri berhasil mengamankan 2 kapal asing. Kepal asing berbendera Malaysia ini melakukan pencurian ikan atau illegal fishing di wilayah perairan Laut Natuna.

Dua kapal yang berhasil diamankan Ditpolair Polda Kepri bersama Polair Mabes Polri tersebut yakni JMS 00635K dan JMS 00582K.

Dua orang nahkoda bernama Ngujien Hong Ngot dan Nguyen Thanh Hai serta 10 orang ABK dari dua kapal tersebut turut diamankan.

Selain itu, ada pula barang bukti lainnya berupa alat tangkap jaring, bendera negara Malaysia, dan ikan sedikitnya 1 ton.

Kapolda Kepri, Brigjen Sam Budigudian mengungkap kronologi penangkapan ini bermula dari Patroli yang dilakukan oleh kapal milik Polair Polda Kepri di sekitaran Lautan Natuna.

Kemudian melakukan patroli, pada Jumat (22/7/2016) sekira pukul 10.00 WIB, petugas melihat adanya aktivitas penangkapan illegal yang dilakukan oleh dua kapal tersebut.

Melihat kegiatan ini, petugas kepolisian langsung mendatangi dua kapal itu dan meminta mereka menunjukkan dokumen resmi, namun mereka tidak memilikinya dan akhirnya di amankan polisi.

“Mereka ditangkap di perairan laut Natuna atau lebih tepatnya dekatnya Kabupaten Anambas. Saat kita minta dokumen resminya, mereka tidak bisa menunjukkannya. Jadi, mereka langsung kita amankan,” ungkap Sam Budigusdian, Selasa (26/7/2016).

Sam Budigusdian mengungkapkan jika ke 22 orang yang berahasil ditangkap itu dikenakan pasal 92 Junto pasal 93 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.

“Mereka dikenai ancaman hukuman delapan tahun penjara dan denda sebesar satu setengah milliar rupiah,” pungkasnya. (eggi)

Respon Anda?

komentar