Di Seilekop Banyak Penderita DBD

277
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dibanding tahun 2015, kasus penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Seilekop tergolong meningkat. Tahun ini peningkatan mencapai dua kali lipat.

“Tahun ini sebanyak 66 kasus penderi DBD yang terdata, 2015 lalu hanya 33 kasus,” ujar Staf Kesehatan Lingkungan Puskesmas Seilekop, Dewi Pangastuti, Senin (25/7).

Kenaikan jumlah kasus DBD tersebut mulai terjadi pada bulan Januari dengan jumlah 33 kasus, kemudian Februari 10 kasus, Maret 8 kasus, April 8 kasus, Mei 0  kasus, Juni 7 kasus dan bulan Juli belum ada laporan.

“66 kasus ditahun ini, kebanyakan usia balita dan anak-anak sekolah. Sudah tergolong kejadian luarbiasa,” kata Dewi.

Untuk mengantisipasi peningkatan DBD itu, pentingnya kesadaran dari masyarakat untuk mengubah pola hidup bersih.

“Jentik tumbuh karena hidup yang kurang bersih,” ucap Dewi.

Dewi mengatakan, selain hidup bersih masyarakat juga diminta untuk melakukan 4M Plus, yakni menguras, menutup, mengubur dan memantau, plus jangan menggantung baju yang mengundang nyamuk bersarang, tutup rapat wadah air dan laisebangainya.

Selain itu, upaya lain untuk mengurangi kasus peningkatan DBD, pihak Puskesmas Seilekop juga akan menganjurkan kepada warga untuk melakukan satu rumah satu orang yang bertanggung jawab, sebagai Jumantik.

“Puskemas yang mengkoordinasi warga, untuk menjalankan program itu,”  pungkas Dewi.

Program Jumantik tersebut akan diadakan pada tahun ini, saat ini program tersebut masih dalam masa persiapan.

“Kami juga akan melibatkan perangkat RT dan RW. Pemantauan Jumantik ini seminggu sekali kita lakukan,” ungkapnya. (cr14)

Respon Anda?

komentar