Dianiaya dan Dijadikan Pembantu oleh Ibu Tiri, Bunga Lapor Polisi

717
Pesona Indonesia
Bunga, 12, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Bunga, 12, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id -Kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini korbannya bernama Bunga (nama samaran) yang baru berusia 12 tahun yang tinggal di Perumahan Griya Pertama. Pelaku ibu tiri korban.

Tak kuasa menerima penganiayaan, Bunga akhirnya melapor ke Polisi didampingi komisioner Komisaris Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Selasa (26/7/2016).

“Awalnya kasus ini terungkap dari laporan warga yang sering mendengar tangisan anak di rumah itu,” ungkap Ery.

Laporan itu, kata Ery, mereka ditindaklanjuti dengan mendatangi tempat tinggal Bunga di Perumahan Griya Pertama pada Senin (25/7/2016) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Namun Bunga tidak berada di rumah melainkan di sekolah.

“Kemudian kita datangi sekolahnya dan meminta izin sama gurunya untuk di bawa visum,” lanjutnya.

Ery menjelaskan, Bunga menceritakanklau ia sering dipukuli dan dicubit oleh ibu tirinya jika melakukan kesalahan dalam mengerjakan perkerjaan rumah.

“Dia ini di rumah itu di jadikan seperti pembantu, di suruh mencuci baju, ngepel rumah, jemur baju, dan pekerjaan rumah lainnya,” kata Ery lagi.

Saat ditemui di Mapolresta Barelang, Bunga sempat menunjukkan beberapa bekas dari penganiayaan yang dilakukan oleh ibunya di sekujur tubuhnya.

Dari pantauan tersebut, memang terlihat beberapa luka memar yang membiru di sekitaran perut hingga dadanya.

Bunga sendiri masih dimintai keterangan seputar penganiayaan yang ia terima di Sat Reskrim Polresta Barelang. Setelah itu, barulah penyidik akan menindaklanjutinya. (eggi)

Respon Anda?

komentar