Gadis Ini Menipu untuk Dapatkan Hadiah Ulang Tahun Adiknya

890
Pesona Indonesia
Terdakwa penipuan usai menjalani sidang. foto:osias/batampos
Terdakwa penipuan usai menjalani sidang. foto:osias/batampos

batampos.co.id – Putri Viera Dini (21), gadis cantik yang duduk di kursi pesakitan, karena tersandung perkara penipuan lewat media sosial (medsos) Facebook, mengaku nekad melakukan aksinya karena ingin memberikan hadiah ulang tahun untuk adik kandungnya. Putri ditangkap polisi setelah menipu calon penjual di bursa jual beli (BJB) online.

Hal itu dikatakan terdakwa, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (25/7), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan keterangan terdakwa.

”Handpone Oppo Neo 5, itu untuk hadiah ulang tahun adek saya. Sedangkan Handpone Iphone 5S untuk saya pakai sendiri,” ujar terdakwa.

Terdakwa juga mengakui, aksi penipuan yang dilakukannya tersebut, telah disusunnya terlebih dulu. Sehingga di warnet, dirinya hanya tinggal mencari calon korbannya. ”Jadi saat saya menghubungi korban, memang sudah niat untuk menipu,” aku terdakwa.

Saat di periksa Polisi, terang terdakwa, dirinya sempat tidak mengakui telah melakukan penipuan. Ia pun mengakui perbuatannya setelah pihak berwajib melakukan interograsi kedua kalinya.

”Pemeriksaan kedua kali baru saya ngaku kalau itu (penipuan) memang benar saya yang lakukan. Saya menyesal telah melakukan penipuan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi,” ucap terdakwa sambil menangis.

Setelah mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim yang diketuai Zulfadly didampingi dua hakim anggota Acep Sopian dan Afrizal, menunda sidang satu minggu kedepan dengan agenda mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjungpinang, Gustian Juanda Putra.

Dalam sidang sebelumnya terungkap, penipuan yang dilakukan terdakwa ketika sedang bermain di warnet dan membuka BJB di media sosial Facebook. Pada saat itu korban Tonny menjual handpone merk Iphone 5S miliknya, pada Senin (13/3) lalu. Terdakwa kemudian menghubungi korban Tonny untuk pura-pura membeli handponenya dan berjanjian ketemu di Masjid Agung Al-Hikmah.

Setelah ketemu, korban memperlihatkan handponenya kepada terdakwa. Kemudian terdakwa beralasan hendak menunjukan handpone tersebut kepada orang tuanya yang sedang berada di dalam masjid. Tetapi diam-diam terdakwa yang masuk lewat pintu samping masjid malah kembali keluar melalui pintu bagian belakang masjid. Kemudian kabur menggunakan motornya yang terparkir di halaman belakang.

Ternyata aksi tipu-tipu yang dilakukan terdakwa tidak hanya pada korban Tonny. Pada hari berikutnya terdakwa pergi lagi ke warnet kemudian membuka medsos dan melihat bahwa korban Devi menjual handphone merek oppo neo 5.

Terdakwa pun melancarkan aksinya dengan modus yang sama seperti yang dilakukan kepada korban Tonny. Terdakwa bertemu dengan korban Devi perumahan bukit Indah di KM 08. Terdakwa meminta minum kepada korban karena dirinya haus, pada saat korban Devi mengambilkan minum kedapur ternyata terdakwa malah masuk kerumah dan mengambil handphone milik korban Devi.

Akibat kejadian ini, korban Tonny mengalami kerugian sebesar Rp 3.600 .000. Sedangkan korban Devi mengalami kerugian sebesar Rp 1.600.000.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar