Gubernur dan Plt Sekda Tidak Hadiri Rapat Paripurna, Wakil Rakyat Marah

383
Pesona Indonesia
Sidang paripurna di Kantor DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (25/7). foto:jailani/batampos
Sidang paripurna di Kantor DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (25/7). foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Komunikasi dan koordinasi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dengan Plt Sekda, Reni Yusneli Kepri dikabarkan terputus. Buntutnya adalah tidak hadirnya Gubernur maupun Plt Sekda pada sidang paripurna di Kantor DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (25/7). Penyebabnya adalah lambatnya kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri dalam memperbaiki Ranperda RPJMD Kepri.

Dari informasi yang didapat dilapangan, tidak hadirnya Gubernur maupun Plt Sekda Kepri, lantaran belum rampungnya perbaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri. Masih informasi di lapangan, sebelumnya Pemprov Kepri memberikan informasi minta sidang paripurna ditunda. Akan tetapi, tidak ada pemberitahuan secara resmi dari Pemprov Kepri. Sehingga mengundang amarah para wakil rakyat.

“Perbaikan RPJMD merupakan tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Kepri, Raja Heri Mokhrizal, tadi malam.

Lebih lanjut katanya, terkait ketidakhadiran Bapak Gubernur Kepri pada sidang tersebut, disebabkan terlambat tiba di Tanjungpinang dari Jakarta. Sementara itu, Plt Sekda Kepri sedang berada di Pekanbaru. Sehingga tidak untuk menghadiri. Ditegaskannya, kejadian tersebut bukan terputusnya koordinasi maupuan komunikasi antar petinggi.

“Ketikdahadiran petinggi-petinggi tersebut, bukan berarti koordinasi tidak jalan,” tegas Heri.

Sidang Paripurna DPRD Kepri diwarnai hujan interupsi, Senin (25/7). Penyebabnya adalah ketidakhadiran Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dalam rapat paripurna yang agenda utamanya justru mendengarkan jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar