Jalan Miring Jadi Obyek Wisata

604
foto: cubebreaker.com
foto: cubebreaker.com

batampos.co.id – Baldwin Street ditetapkan Guinness Book of Records sebagai jalan perumahan atau perkampungan paling curam di dunia, sejak itu pula turis mengalir.

Kepada The Guardian, Beverley McClay, salah seorang warga Dunedin, Selandia Baru, menyebut sudah tak terhitung berapa kali tiba-tiba saja ada orang tak dikenal yang membuka pagar, lalu berfoto ria di tamannya.

’’Masih banyak turis yang tak sadar bahwa ini sebenarnya perkampungan, bukan cuma tujuan wisata,’’ katanya.

Pernah pula suatu kali dia mengenakan gaun untuk menghadiri undangan pernikahan. Segera saja setiap orang di Baldwin Street, jalan yang kemiringannya mencapai 19 derajat, menatapnya dengan heran.

’’Mereka tanya, ’Apa kamu nggak salah kostum?’ Hehehe,’’ ujar McClay yang sudah sembilan tahun tinggal di Baldwin Street.

Tapi, Bindi Bezar, warga Baldwin Street lainnya, berusaha memaklumi kelakuan turis tersebut.

’’Sebab, berkat mereka juga, kami merasa bagian dari sebuah komunitas,’’ ungkap Bezar.

Puncak keramaian terjadi saat Jaffa Race pada Jumat (22/7). Ada 15 ribu peserta yang mengikuti lomba lari yang ditandai dengan digelindingkannya 75 ribu bola cokelat di Baldwin Street.

Ramai tentu saja. Tapi, tetap ada yang bikin McClay agak sedih. Banyak sekali peserta yang berfoto ria. Namun, tak seperti dulu, mereka memilih melakukannya dengan tongsis. Tak lagi minta bantuan warga lokal seperti McClay untuk memotretkan.

’’Padahal, dari sana kan interaksi dimulai,’’ ucap McClay. Maklum, dia sudah lama menjomblo...(c14/ttg)

Respon Anda?

komentar