Jatuh ke Dalam Sumur Belasan Meter, Midun Tewas

591
Pesona Indonesia
Polisi memasang police line di sekitar sumur, lokasi tewasnya Midun. foto:wijaya satria/batampos
Polisi memasang police line di sekitar sumur, lokasi tewasnya Midun. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Aldino alias Midun, 26, warga Kelurahan Sungai Lumpur, tewas setelah terjatuh kedalam sumur di Kampung Telek, Dabo Singkep, Minggu (24/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Ketika itu ia hendak membersihkan sumur milik warga Kampung Telek. Posisi Midun ketika dievakuasi kepala di bawah terendam air, sedangkan kaki berada di atas.

Mulanya, Midun mengajak Azis warga Bukit Kabung untuk menguras sumur dengan membawa mesin robin penyedot air. Sebenarnya Azis sempat menolak ajakan Midun karena mengingat hari Minggu. Tetapi Azis melihat Midun telah membawa mesin robin penyedot air, tak sampai hati. Akhirnya Azis mengikuti ajakan Midun untuk kerja serabutan sebagai pembersih sumur itu.

Menurut Azis saat dimintai keterangan oleh wartawan, kejadian tersebut bermula ketika Midun turun ke dalam sumur untuk membersihkan lumut dan sampah. Azis sempat melarang keinginan Midun itu, namun Midun tetap bersikukuh untuk turun ke dalam sumur.

Sumur berkedalaman belasan meter itu telah dipenuhi dengan asap dari mesin robin penyedot air yang berada tepat di atas sumur. Azis meminta Midun yang telah berada di dalam sumur untuk naik kembali. Nahas, Midun yang hampir sampai ke atas sumur kembali terjatuh ke dalam sumur hingga puluhan meter. Tali terlepas dari genggaman Midun.

Mihat kondisi itu, Azis langsung meminta pertolongan warga. Sayangnya, tidak ada warga yang menggubris teriakan Azis. Teman kerja Midun itu langsung mengambil inisiatif untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Lurah Dabo, Agustiar. Mereka langsung menuju lokasi kejadian.

“Sesampainya di sana, Midun sudah ditolong naik ke atas sumur,” kata Azis.

Menurut Gery, petugas Damkar Dabo Singkep yang menolong Midun, posisi korban terbalik dengan kepala di bawah. Gery juga mengaku kesulitan karena tangga setinggi delapan meter milik Damkar tidak sampai untuk meraih tubuh korban. Akhirnya mereka menggunakan selang pemadam kebakaran untuk menolong Midun.

Setelah berhasil mengangkat midun ke atas, warga langsung membawa Midun ke RSUD. Sayang, Midun sudah tidak dapat tertolong lagi. Menurut dr Willy Meyer yang bertugas di rumah sakit kepada wartawan, hasil dari visum tidak menemukan luka benturan di tubuh atau kepala korban.

Akhirnya Midun dibawa kembali ke rumah duka di Kelurahan Sungai Lumpur. Midun meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil dan seorang istri. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar