Nelayan Kijang Hilang di Perairan Teluk Bakau

548
Pesona Indonesia
Ilustrasi tenggelam. Foto: istimewa
Ilustrasi tenggelam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Nelayan asal Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Zulfikri alias Lapok, 50, dikabarkan hilang saat mencari ikan (merawai) di Perairan Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (20/7) lalu. Hingga saat ini, Senin (25/7) tim pencarian yang terdiri dari Polsek Gunung Kijang, Basarnas Tanjungpunang, dan nelayan setempat masih melakukan pencarian.

“Kami hanya menemukan boat milik korban beserta barang bawaannya. Sedangkan jasadnya hingga saat ini masih dalam pencarian,” ujar Kapolsek Gunung Kijang, AKP Sudirman saat di konfirmasi, Senin (25/7).

Diceritakannya, salah satu saksi yaitu nelayan asal Kawal, Mul melihat boat pancung dalam kondisi terapung sekitar 500 meter dari bibir Pantai Desa Teluk Bakau. Penasaran, saksi mendekati boat itu namun tidak ditemukan pemiliknya. Lantas saksi memberanikan untuk masuk ke dalam boat tersebut. Ketika dicek, hanya ada satu unit hp, jacekt kulit dan ditemukan juga baju dalam kondisi tersangkut mata kail rawai di dalam laut.

Lantaran tak juga menemukan pemiliknya saksi menarik boat pancung itu ke darat agar tidak terbawa arus. Kemudian melaporkan kejadian ini kepada kepolisian.

“Saksi berusaha menarik rawai dari laut yang ditinggalkan pemiliknya. Ketika itu juga dilihat sehelai baju telah tersangkut pada mata kail. Dugaan kita korban hilang akibat jatuh ke laut dan terseret arus,” katanya.

Dari laporan tersebut, lanjutnya, ia langsung berkoordinasi dengan Basarnas Tanjungpinang dan nelayan setempat untuk melakukan pencarian jasad korban yang diduga hanyut terbawa arus. Hingga saat ini, tim pencarian belum berhasil menemukannya.

“Kami masih melakukan pencarian. Jika sudah ketemu jasadnya, kami akan kabari rekan media,” janjinya.

Sementara Kepala Basarnas Tanjungpinang, Abdul Hamid mengaku masih melakukan pencarian jasad nelayan asal Kijang dengan menyisir seluruh perairan di Kecamatan Gunung Kijang. Bahkan dalam pencarian ini, Basarnas mengerahkan dua perahu karet, dan empat personil yang dilengkapi alat penyelaman.

“Kami belum berhasil menemukan jasad nelayan itu. Tapi kami masih berusaha keras mencarinya sampai detik ini,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar