Pasar Pagi Direnovasi, 19 Lapak Liar Dibongkar

1060
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pangkalpinang kembali menggelar penertiban terhadap sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang, Senin (26/7) kemarin.

Keberadaan PKL yang berjualan di atas trotoar depan pasar tersebut dinilai menganggu keindahan kota.

Pantauan Babel Pos, dalam penertiban ini Satpol PP menerjunkan sedikitnya 50 personil yang dibantu oleh pihak kepolisian, TNI dan PM. Penertiban yang berlangsung sekitar pukul 08.30 Wib ini dipimpin langsung Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang, Abdullany.

Selain menertiban belasan PKL yang didominasi para pedagang sayur mayur ini, tim juga melakukan penertiban terhadap lapak liar di sepanjang Jalan A Yani tersebut. Sedikitnya, 19 lapak yang terbuat dari kayu itu terpaksa dibongkar paksa.

“Sebelumnya kita sudah berikan teguran secara langsung, tapi nyatanya masih saja para PKL membandel, jadi ya terpaksa kita tertibkan dan lapaknya dibongkar secara paksa,” tegas Abdullany kepada Babel Pos (Jawa Pos Group) disela-sela penertiban.

Dijelaskan Lany, sapaan akrabnya, aktivitas para PKL yang berjualan di atas trotoar tersebut sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Pangkalpinang Nomor 2 Tahun 2005 tentang ketertiban umum. Sehingga, katanya, aktivitas PKL tersebut mengganggu para pejalan kaki.

“Ya kita juga kan harus memikir hak para pejalan kaki, apalagi trotoar bukan tempat berjualan, jadi kita harapkan agar pedagang mengerti akan hal ini,” pintanya.

Selain dinilai menganggu keindahan kota, lanjut Lany, penertiban PKL ini juga dikarenakan dalam waktu dekat Pasar Pagi akan direnovasi. Sehingga pasar pagi harus bebas PKL,” terangnya.

Kedepan, tambah Lany, trotoar dikawasan Pasar Pagi tersebut rencana akan dibangun taman. Sehingga kawasan pasar akan terlihat lebih rapi, indah dan nyaman. “Mudah-mudahan rencana ini secepatnya bisa dilaksanakan. Kalau kawasan pasar terlihat rapi dan nyaman, maka hal itu tentunya akan berdampak pada keindahan kota juga,” paparnya.

Lebih jauh dikatakannya, penertiban ini juga nantinya akan digelar di Pasar Jalan Irian, Pasar Kerabut. Hal ini, katanya, seiring maraknya keluhan dari masyarakat.

“Ya banyak laporan yang masuk ke kita. Nah, untuk Pasar Jalan Irian nanti kita akan koordinasi dengan PM, karena rencananya pasar akan dipindahkan di belakang markas PM. Sedangkan untuk Pasar Kerabut saat ini kian semrawut, sehingga perlu penataan ulang,” pungkasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar