Pembalakan Marak, Aliran Sungai Mulai Mengering

668
Pesona Indonesia
Sungai Pasir Peti yang terancam kering akibat pembalakan liar. Kini debit airnya surut sejak terjadi pembalakan liar. foto:syahid/batampos
Sungai Pasir Peti yang terancam kering akibat pembalakan liar. Kini debit airnya surut sejak terjadi pembalakan liar. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kekeringan dan tanah longsor masih mengintai masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas. Pasalnya hingga saat ini pemerintah daerah belum mampu mengatasi praktik illegal logging. Setidaknya saat ini masih ada warga yang menebang kayu d isekitar aliran sungai dan sumber air bersih.

Di sekitar pusat perkantoran yang ada di Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, contohnya. Di sekitar aliran sungai yang tidak jauh dari pusat perkantoran itu masih ada penebangan kayu secara massal. Padahal diketahui secara aturan minimal radius 500 meter, dari bibir sungai baru bisa ditebang. Namun fakta dilapangan, masih banyak warga yang menebang kayu berdekatan dengan daerah aliran sungai bahkan tepat ditepi bibir sungai.

“Mungkin dampaknya tidak dirasakan dalam waktu dekat, namun pada jangka waktu beberapa tahun kedepan, dipastikan bencana kekeringan dan tanah longsor akan mengancam,” ungkap salah seorang warga Dusun Hadi, kepada wartawan.

Ia pun tahu bahwasanya penebang kayu dilahan yang ada didekat Pasir Peti itu bukan lahan pemerintah tapi milik pribadi. Namun setidaknya pemerintah bisa mengimbau atau memberikan pengertian, agar pemilik lahan tidak menebang kayu besar yang ada di bibir sungai demi kelestarian hutan.

“Memang secara aturan kita tak boleh larang warga tebang kayu dilahan sendiri tapi minimal mengimbau dan memberikan pengertian,” ungkapnya lagi.

Ia berharap pemerintah tanggap jika ada sesuatu yang sekiranya membahayakan warga atau berdampak pada masyarakat luas.
Kalau memang nekat mau melarang agar kayu di lahan itu tidak ditebang, kata Hadi, pemerintah bisa mengganti rugi. “Banyak solusi yang bisa diambil,” jelasnya.

Hadi menjelaskan bahwasanya sungai Pasir Peti itu airnya penuh meski tidak musim hujan. Namun semenjak adanya penebangan kayu besar-besaran, kini debit air sungai itu sudah semakin surut. “Dulu penuh, tapi sekarang tinggal separuhnya saja,” tutupnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar