Saat Bawa Sabu ke Tanjungpinang, WN Malaysia Ini Konsumsi Morfin

376
Pesona Indonesia
 Mohammed Fahmi, warga negara Malaysia, saat sidang didampingi penasehat hukumnya. foto:osias de/batampos
Mohammed Fahmi, warga negara Malaysia, saat sidang didampingi penasehat hukumnya. foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Mohammed Fahmi (30), warga negara Malaysia, yang membawa narkotika jenis sabu seberat 238,39 gram, tenyata sakau karena mengkonsumsi morfin. Ia ditangkap Bea Cukai Tanjungpinang, di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, saat turun dari kapal MV Batavia, pada (1/4) lalu.

Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (25/7), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Setiawan, dari Kejari Tanjungpinang.

Salah seorang saksi dari Satnarkoba Polres Tanjungpinang, L Sirait, mengatakan saat diamankan terdakwa dalam keadaan sakau. Dari hasil tes urine terdakwa juga positif menggunakan zat adiktif (narkoba).

”Meski sakau, saat diperiksa, dia (terdakwa) masih bisa menjawab pertanyaan yang kami ajukan,” ujar Sirait dihadapan Majelis Hakim.

Dikatakan Sirait, saat pemeriksaan terdakwa mengaku membawa sabu dari Malaysia untuk melunasi hutangnya kepada Kumar (DPO), sebanyak 2.700 ringgit. Selain itu, saat pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan terdakwa yang lainnya seperti handpone. Namun tidak ditemukan satu nomor kontak serta tidak ada yang menghubunginya.

”Pengakuannya jika lolos membawa sabu itu. Maka utangnya kepada Kumar akan lunas,” kata Sirait.

Sementara itu, saksi dari Bea Cukai, Haryono, menambahkan, pengungkapan kasus tersebut, bermula dari kecurigaan dengan gerak-gerik pelaku saat turun dari Kapal MV Batavia. Saat diperiksa, pihaknya menemukan 10 paket narkotika jenis sabu yang disimpan didalam celana dalam terdakwa.

”Ada lima orang petugas yang mengawasi terdakwa saat kami lakukan pemeriksaan di ruangan dekat pelabuhan internasional itu,” kata Haryono.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya, Indra Kelana, menyatakan tidak keberatan dengan keterangan saksi. Majelis Hakim yang diketuai Afrizal, didampingi dua hakim anggota Zulfadly dan Acep Sopian Sauri, menunda sidang satu minggu mendatang dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi lainnya yang belum bisa hadir kemarin di persidangan. (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar