Singapura Bantah Jegal Tax Amnesty, Indonesia Tetap Waspada

498
Pesona Indonesia
Menkeu Bambang Brodjonegoro. Foto: Anas/kemenkeu
Menkeu Bambang Brodjonegoro. Foto: Anas/kemenkeu

batampos.co.id – Penyataan pemerintah Singapura yang memastikan tidak akan menjegal program tax amnesty tak membuat pemerintah Indonesia tenang. Menkeu Bambang Brodjonegoro meminta pernyataan tersebut tak langsung dipercaya begitu saja.

“Pokoknya kami tetap waspada. Kami ingin menyukseskan tax amnesty ini terutama di sesi repatriasinya,” kata Bambang di gedung DPR, Jakarta, Senin (25/7/2016).

Menteri Bambang mengatakan, Deputi Perdana Menteri sekaligus Koordinator Menteri Ekonomi Singapura, Tharman Shanmugaratnam bertemu dengannya di sela pertemuan G20 di Chengdu, Cina, pekan lalu. Keduanya berbincang mengenai program amnesti pajak.

Dalam kesempatan itu, kata Bambang, Tharman memastikan tak akan mengganggu program pengampunan pajak yang dicanangkan pemerintah Indonesia.

“Deputi Perdana Menteri Singapura bicara langsung dengan saya bahwa Singapura tidak punya intensi apapun untuk mengganggu amnesti pajak di Indonesia,” kata Bambang.

Dia mengatakan Tharman menyampaikannya setelah melihat langsung kondisi di lapangan melalui otoritas keuangan di Singapura.

Menurut Bambang, Shanmugaratman mengatakan pihaknya tidak melakukan upaya apapun untuk mengganggu program amnesti pajak. Termasuk menawarkan potongan pajak kepada WNI yang menyimpan dananya di Singapura.

“Dia bilang tidak melakukan upaya-upaya, apalagi instruksi untuk menganggu tax amnesty di Indonesia,” kata Bambang.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamar Dagang dan Industri Indonesia, serta pengamat pajak membeberkan upaya Singapura merayu wajib pajak Indonesia yang tinggal di negara itu untuk mencegah pengalihan dana ke tanah air (repatriasi).

Menurut pengusaha, Singapura menjamin akan membayarkan dua persen dari selisih tarif deklarasi dan repatriasi pajak dan mengalihkan kewarganegaraan wajib pajak ke negara itu. (antara)

Respon Anda?

komentar