Tangis Haru Guru Bertemu Siswanya Setelah 20 Tahun Kemudian

948
Pesona Indonesia
Perwakilan Alumni Smansix 96 Pekanbaru, saat berkunjung ke rumah Pak Nursal di Padang Jopang, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota.
Perwakilan Alumni Smansix 96 Pekanbaru, saat berkunjung ke rumah Pak Nursal di Padang Jopang, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota.

batampos.co.id – Menunaikan amanah sekaligus wujud bakti alumni kepada mantan gurunya, Sabtu (23/7), Ikatan Alumni 96 (IA96) Smansix Pekanbaru melawat ke Sumatera Barat. Daerah yang dituju Padang Jopang, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan tempat tinggal mantan guru mereka, H Nursal, menjalani hari tuanya.

Lawatan yang dipimpin Ketua IA96 Smansix, Musli Haryandi beserta sejumlah panpel reuni ikatan alumni SMAN 6 Pekanbaru yang kini bernama SMAN 8 Pekanbaru tersebut, melihat langsung kondisi Nursal yang tengah menderita parkinson. Mantan guru bahasa Inggris yang kini berusia 72 itu, walau fisiknya sudah melemah, namun ingatannya masih kuat. Dia dengan mudah mengingat murid-muridnya, rekan sejawatnya, bahkan beberapa peristiwa penting semasa dirinya aktif sebagai staf pengajar di sekolah favorit tersebut.

Nursal merasa terharu, bahkan menangis terisak-terisak tatkala para alumni masih mengingat keberadaannya. Padahal sudah 20 tahun mereka terpisah, pascakelulusan murid-muridnya ini pada 1996 silam. Dengan terbata-bata dia menyampaikan rasa terima kasihnya.

Kepada pria yang pernah menerima Piagam Penghargaan Keolahragaan dari Bupati Kampar, Jefri Noer pada 2014 itu, para alumni menyerahkan bantuan biaya perawatan senilai Rp 5 juta dan bingkisan sebagi tali kasih. Untuk pengobatan parkinson yang diidapnya, Nursal membutuhkan biaya cukup besar guna menebus obat-obatan yang harus dikonsumsinya.

“Kami akan terus memantau kondisi kesehatan beliau, dan akan berupaya untuk dapat membantu biaya pengobatannya dengan memanfaatkan potensi alumni Smansix 96 ini,” ujar Musli Haryandi yang merupakan Kabag Keuangan Pemkab Kuantan Singingi tersebut.

Disebutkannya, program tali kasih alumni ini, tidak hanya untuk Nursal, juga akan diarahkan ke mantan guru-guru yang pernah mengajar mereka di periode tahun 1993-1996 di Smansix. “Saat ini kami terus mengumpulkan informasi tentang kondisi guru-guru kami, termasuk para alumni yang mungkin butuh uluran tangan kami semua, sebagai wujud bahwa kami adalah satu nasib sepenanggungan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, IA96 Smansix Pekanbaru ini dibentuk dan dikukuhkan pada 9 Juli lalu dalam acara reuni 20 tahun yang digelar di SMAN 8. Dalam acara tersebut, mantan kepala sekolah, Hasan Masri mendukung terbentuknya organisasi ini dan meminta agar alumni tidak melupakan para guru yang telah berjasa mendidik mereka, serta membangun kekompakan antarsesama alumni. (*)

Respon Anda?

komentar