Wonderful Indonesia Dalam Buku Berbahasa Mandarin Hadir di Shanghai Book Fair 2016

842
Pesona Indonesia
Suasana di Shanghai Book Fair tahun sebelumnya. Tahun ini, buku iscover Indonesia dalam bahasa mandarin akan hadir di pameran buku terbesar di dunia itu. Sumber Foto: www.ccbookfair.com
Suasana di Shanghai Book Fair tahun sebelumnya. Tahun ini, buku iscover Indonesia dalam bahasa mandarin akan hadir di pameran buku terbesar di dunia itu. Sumber Foto: www.ccbookfair.com

batampos.co.id – Sudah pernah ke Shanghai Book Fair? Salah satu pameran buku terbesar di dunia yang setiap tahunnya sukses menarik 10 juta pengunjung? Yang diliput media-media global? Kalau belum, rugi jika tak datang.

Di ajang yang cukup serius ini, Kementerian Pariwisata bakal menebarkan pesonanya, 17-23 Agustus 2016. Pemikatnya adalah buku ‘Discover Indonesia’ yang menggambarkan keindahan alam dan pariwisata Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

“Misi utama kami adalah menebarkan ‘virus’ Wonderful Indonesia di Shanghai, salah satu kota terbesar, berpenduduk besar, dan pusat bisnis di Tiongkok,” ujar I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, yang didampingi Vinsensius Jemadu, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar, Senin (25/7/2016).

Saat ini, Tiongkok merupakan salah satu target pasar utama pariwisata Indonesia. Semua resources, promosi, dan aktivitas sales mission banyak digeber di Negeri Tirai Bambu yang outbound tourism-nya menembus 120 juta tahun 2015 lalu.

Bahkan “serangan udara” dengan digital media juga fokus ke Negeri Tembok Raksasa itu. Sudah ada Baidu (Google-nya Tiongkok) yang digandeng Kemenpar untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Lalu Xinhua, kantor berita resmi Tiongkok yang juga terbesar di sana. Channel TV untuk pemasaran menggunakan CCTV, promosi Wonderful Indonesia sudah diplacement di sana.

“Jumlah outbond masyarakat Tiongkok terbesar di dunia. Dalam setahun, angkanya menembus  110 juta wisatawan.  Karenanya kami jor-joran di sana,” tambah Pitana.

Khusus Shanghai Book Fair 2016, even ini dirasa makin strategis karena dihadiri oleh media-media besar Tiongkok. Dari mulai TV, radio, Koran, website hingga online media, dipastikan bakal mengarahkan fokus liputannya ke Shanghai Book Fair 2016. Dan Kemenpar, sudah siap menyambutnya dengan buku ‘Discover Indonesia’.

“Discover Indonesia adalah buku yang ditulis oleh Dou Yunyun, seorang reporter CCTV yang bertugas di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Sepanjang masa penugasannya itulah Yunyun berkeliling Indonesia, mulai dari Banda Aceh di Barat sampai Papua di Timur. Kisah-kisah inilah yang dituangkan ke dalam buku berjudul Discover Indonesia,” papar Pitana.

Vincensius Jemadu, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar, menambahkan bahwa ada 16 bab yang mengupas destinasi-destinasi wisata Indonesia. Dari mulai pesona Pulau Weh, Labuan Bajo, Pulau Komodo, hingga Raja Ampat, semua ada. Dan semua ulasannya, sudah disajikan dengan bahasa Mandarin.

“Harapannya masyarakat Tiongkok bisa mendapat gambaran tentang keindahan dan keadaan yang ada di Indonesia saat ini. Bukan keadaan Indonesia tahun 1998 yang banyak dibayangkan masyarakat Tiongkok,” kata dia.

Dia percaya buku itu bisa menjadi daya tarik bagi pembacanya untuk berkunjung ke Indonesia.  Menurut Vinsen, buku ini menarik karena bukan saja membahas tentang Bali, tapi juga diestinasi yang belum banyak diketahui masyarakat Tiongkok. Selain itu, buku ini ditulis dengan gaya jurnalistik yang sederhana dan mudah dimengerti. Termasuk dengan data yang tertuang di dalamnya.

“Untuk diketahui buku semacam ini baru pertama ditulis oleh jurnalis dari Tiongkok dan ditulis dalam bahasa Mandarin. Sebelum ke Indonesia bacalah buku ini. Dan setelah membaca buku ini datanglah ke Indonesia,” ajak Vinsen.

Menpar Arief Yahya menyambut positif promosi Wonderful Indonesia melalui buku Discover Indonesia yang ditulis dan disusun oleh penulis orang Tiongkok itu. Dia pasti sudah tahu selera orang Tiongkok. Apa yang membuat mereka itu “dream” di dalam pikirannya, karena dia juga berasal dari sana.

“Saya berharap ada langkah konkret setelah mereka look buku itu, dilanjutkan dengan book and pay, untuk terbang ke Indonesia, untuk membuktikan cerita-cerita indah di dalam buku tersebut,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta. (inf)

Respon Anda?

komentar