BC Tangkap 25 Ton Bawang Impor Selundupan dari Malaysia

481
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kapal patroli super cepat milik Kanwil Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri di Tanjungbalai Karimun dengan nomor lambung VSP 1607 kembali menggagalkan penyelundupan bawang merah dari dari luar negeri. Bawang merah itu dibawa dari Kuala Linggi, Malaysia, dengan tujuan Dumai, Riau, pada Senin (25/7).

”Nama kapal yang ditangkap adalah Putra Jaya GT 5 yang membawa atau mengimpor bawang merah tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabeanan yang resmi. Penangkapan dilakukan di sekitar perairan Riau daratan oleh kapal patroli VSP 1607. Pada saat petugas BC meminta dokumen impor, nakhoda kapal tidak bisa menunjukkannya,” ujar Kepala Bidang pencegahan dan Penindakan Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun, Raden Evi, Selasa (26/7).

Berdasarkan pengakuan nakhoda kapal, kata Evi, muatan bawang merah di dalam kapal mencapai 25 ton. Rencanya, puluhan ton bawang merah itu akan dibawa ke Dumai. Jika diasumsikan harga satu kilogram bawang merah di dalam negeri Rp 20 ribu, maka nilai barangnya mencapai Rp 500 juta. Penangkapan terhadap kapal yang membawa muatan bawang merah secara ilegal ini sudah beberapa kali dilakukan pihaknya.

”Penyelundupan bawang merah bukan baru kali ini saja kita lakukan, sejak beberapa bulan lalu bahkan pada tahun lalu juga cukup banyak dilakukan penangkapan. Seringnya penyelundupan bawang dilakukan mengingat harga bawang merah di luar negeri, khususnya Malaysia cukup murah. Yakni, satu karung dengan berat 9 kg jika dikurskan ke Rupiah hanya Rp34 ribu. Sampai di dalam negeri per kg dijual sekitar Rp 20 ribu,” paparnya.

Sehingga, lanjut Evi, dengan keuntungan yang cukup signifikan menyebabkan pelaku penyelundupan ingin memasukkan barang tersebut ke dalam negeri. Sementara, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bawang merah hanya bisa diimpor setelah mendapatkan izin impor dari pemerintah. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar