Menikmati Layanan Telkomsel di Gerbang Utara Indonesia

1027
Pesona Indonesia
foto: aulia rahman / batampos
foto: aulia rahman / batampos

Berada di hamparan Laut Cina Selatan tak membuat masyarakat Natuna harus jauh dari akses internet. Kehadiran layanan broadband Telkomsel membawa warga gerbang utara Indonesia itu bisa bebas dan leluasa berselancar di dunia maya.

Ruang guru SDN 001 Natuna, Kepulauan Riau, terlihat sepi, Selasa (26/7) siang. Seperti biasanya, sebagian besar guru di sekolah itu selalu memanfaatkan jam istirahat untuk salat zuhur sekaligus makan siang.

Namun di sudut ruangan itu ada kesibukan kecil. Dua murid kelas 5 SDN 001 Natuna, Zerlina dan Resti terlibat diskusi ringan. Sambil terus memandangi layar laptop yang ada di atas meja di hadapan mereka, keduanya kadang terlihat seperti berdebat. Tapi suara mereka sangat lirih, seperti berbisik.

Zerlina yang duduk di sebelah kanan menghadap ke laptop sesekali menggerakkan touch pad. Sementara Resti sibuk mengomentari tampilan di layar laptop. Tak jarang jari mungilnya menunjuk-nunjuk ke arah layar.

“Lagi cari bahan untuk tugas,” kata Zerlina saat wartawan Batam Pos menghampiri.

Menurut dia, murid-murid di sekolahnya sudah terbiasa mencari bahan tugas sekolah dari internet. Tugas ini menjadi gampang-gampang susah.

Mencari bahan tugas melalui internet membuat Zerlina mendapat referensi yang lebih banyak dan luas. Namun di satu sisi, pekerjaan ini menjadi sulit karena terkadang dia harus antre di warung internet (warnet).

Namun sejak sekolahnya mendapat bantuan paket sarana internet dari Telkomsel pada akhir Mei lalu, dirinya tak perlu lagi mencari warnet untuk mengerjakan tugas sekolahnya.

“Kami bisa pakai fasilitas internet di sekolah,” kata Zerlina.

“Di sini (aksesnya) lebih cepat,” kata Resti menimpali.

Biasanya, kata Resti, murid-murid di sekolahnya memanfaatkan jam istirahat untuk mengakses internet yang perangkatnya di pasang di ruang guru. Karena terbatasnya sarana, seperti laptop, para murid di sekolah itu kadang harus begantian mengakses internet. Tapi tak jarang juga mereka menggunakan fasilitas tersebut secara bersama-sama.

“Tapi khusus untuk mengerjakan tugas. Tidak boleh buka facebook,” kata Resti dengan nada polos.

Selain SDN 001, Telkomsel juga memberikan bantuan paket sarana internet serupa kepada SDN 002 Natuna. Seperti halnya di SDN 001, fasilitas internet di SDN 002 juga banyak dimanfaatkan para murid untuk mengerjakan tugas.

Kepala SDN 002 Natuna, Herman, menyebut bantuan sarana internet Telkomsel ini sangat membantu proses belajar mengajar di sekolahnya. Sebab fasilitas ini juga kerap dimanfaatkan para guru saat mengajar di kelas.

“Sekarang ini era digital. Kami yang (tinggal) di pulau ini juga berhak menikmati kemajuan teknologi seperti ini,” kata Herman.

Dia merinci, bantuan paket sarana internet dari Telkomsel tersebut terdiri dari sebuah laptop, modem wifi, dan paket internet gratis selama setahun.

“Di sini (Natuna, red) jaringan Telkomsel paling bagus. Akses internetnya juga kenceng,” katanya.

Paket sarana internet ini sebenarnya bisa digunakan secara massal. Sebab modem wifi berbagi dengan beberapa user.

Bantuan paket sarana internet ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsiility/CSR) Telkomsel yang dibagikan kepada sekolah-sekolah di perbatasan bertepatan dengan peringatan HUT nya ke 21 tahun ini. Selain di Natuna, ada beberapa SD di pulau terdepan lainnya di wilayah Sumatera yang mendapatkan bantuan serupa.

Melalui bantuan ini, Telkomsel ingin menunjukkan komitmennya menghadirkan layanan internet hingga pulau terluar Indonesia. Selain sarana internet sekolah, diserahkan juga sejumlah buku pelajaran maupun pengetahuan umum untuk melengkapi koleksi perpustakaan sekolah.

Executive Vice President Area Sumatera Telkomsel Bambang Supriogo, mengatakan sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel selalu mengedepankan kegunaan positif dari teknologi untuk membantu masyarakat di berbagai aspek kehidupan. Bantuan ini diharapkan bisa digunakan sekolah untuk mengenalkan kepada siswa tentang bagaimana memanfaatkan internet untuk tujuan positif terutama membantu pelajaran sekolah mereka.

“Sehingga sejak SD para siswa sudah lebih akrab dengan teknologi untuk tujuan positif dibanding tujuan lain yang tidak bermanfaat untuk pendidikan mereka,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, sejak berdiri hingga saat ini, Telkomsel terus konsisten dan menjaga komitmen pembangunan jaringan telekomunikasi dari kota hingga ke daerah pelosok, pulau terdepan dan perbatasan, dimana jumlah BTS (Base Transceiver Station) Telkomsel saat ini merupakan yang terbanyak di Tanah Air. Yaitu lebih dari 103.000 BTS yang mampu menjangkau hingga 95 persen populasi.

Dari total jumlah BTS yang dimiliki Telkomsel, sebanyak lebih dari 50 persen diantaranya merupakan BTS broadband, yang dapat melayani kebutuhan layanan data bagi para pelanggan. Saat ini jumlah pelanggan data Telkomsel mencapai 74 juta atau sekitar 50 persen total pelanggan (152 juta).

Hal inilah, lanjut Bambang, yang menjadi dasar bagi Telkomsel untuk menyerahkan bantuan pada tiga pulau terdepan di Indonesia yang juga sudah bisa menikmati akses internet berkualitas dari Telkomsel.

Sekolah yang mendapatkan bantuan Telkomsel tersebut yaitu SDN 1 Sabang dan SDN 25 Sabang di Pulau Sabang-Aceh, SDN 001 Natuna dan SDN 002 Natuna-Kepulauan Riau, SDN 9 Tanjung Pandan dan SDN 1 Manggar, Bangka Belitung.

“Berkat kehadiran mobile internet, saat ini masyarakat Indonesia khususnya di Sumatera semakin terhubung satu sama lain, dan menjadi bagian dari global society yang tak berbatas,” kata Bambang.

Menurut dia, akses dan pertukaran informasi yang cepat dan mudah mampu membawa perubahan positif dalam berbagai hal. Mulai dari sektor ekonomi, sosial-budaya, dan sektor lainnya.

“Pertukaran informasi yang cepat juga mendorong masyarakat lebih produktif,” katanya lagi.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishub Kominfo) Kabupaten Natuna, Wan Siswandi, mengatakan sejak awal Telkomsel memang gencar membangun jaringan telekomunikasi di Natuna. BTS milik Telkomsel, kata dia, tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Natuna. Sehingga jaringan Telkomsel menjangkau seluruh wilayah Kepulauan Natuna yang terhampar di Laut Cina Selatan itu.

“Bahkan di Pulau Laut juga ada,” kata Wan.

Pulau Laut merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang masuk wilayah Kabupaten Natuna. Pulau ini berbatasan dengan Vietnam.

Data dari Dishub Kominfo natuna menyebutkan, pembangunan BTS Telkomsel di Natuna yang terbanyak dilakukan pada 2013 silam. Saat itu ada penambahan 14 tower BTS milik operator seluler paling Indonesia itu di Natuna, wilayah utara Indonesia.

Ini merupakan program Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) atau Universal Service Obligation (USO) untuk jasa akses telekomunikasi dan informatika di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar (Telinko Tuntas). Progam ini bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkoinfo) melalui Badan Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

Sejak saat itu, jaringan Telkomsel di Natuna terus membaik. Namun Dishub Kominfo Natuna akan terus mengajukan penambahan tower BTS Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi warga Natuna.

“Karena sebagian besar warga Natuna menggunakan kartu Telkomsel,” katanya lagi. (SUPARMAN)

Respon Anda?

komentar