Ternak Lembu Warga Masih Berkeliaran di Jalan, Bahayakan Pengendara

729
Pesona Indonesia
Ternak lembu warga yang dilepaskan begitu saja hingga berkeliaran di jalan. foto:hasbi/batampos
Ternak lembu warga yang dilepaskan begitu saja hingga berkeliaran di jalan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Ternak lembu warga masih berkeliaran di jalan umum ibukota Kabupaten Lingga. Meski telah terjadi sejumlah kecelakaan akibat ternak dibiarkan berkeliaran, namun pemerintah setempat belum juga lakukan upaya penertiban.

Pantauan dilapangan, di Kelurahan Daik, ibukota Kabupaten Lingga ternak lembu warga masih berkeliaran bebas. Tanpa diikat tali maupun dikandang. Hal ini menjadi keluhan warga setempat maupun pendatang. Warga berharap, pemerintah segera melakukan upaya penertiban agar tidak kembali terulang lakalantas seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selain di Daik, di Desa Merawang, Kecamatan Lingga, juga masih banyak warga yang berternak lembu dengan cara tradisional. Tanpa lahan dan kandang, lembu milik warga tersebut juga kerap menjadi gangguan kebun dan tanaman masyarakat. Beberapa waktu lalu, pernah dilakukan upaya penertiban, namun pemerintah kewalahan dengan sikap pemilik yang tetap kukuh melepas ternak mereka.

Kepala Desa Merawang, M Zahid, kepada Batam Pos, tak menafikan akibat ternak lembu berkeliaran menyebabkan terjadinya lakalantas baru-baru ini.

“Memang ada beberapa ekor lembu liar yang tidak tahu siapa pemiliknya. Persoalan ini segera akan kami dudukkan bersama di tingkat desa bersama masyarakat,” ujarnya.

Sejauh ini, Zahid mengaku sudah melakukan berbagai upaya. Namun masih saja terdapat lembu liar yang mengancam keselamatan pengguna jalan maupun mengotori jalan dengan kotoran ternak yang berserakan setiap hari.

Sementara ditempat lain, Lurah Daik, Said Asy’ari, mengatakan persoalan ini telah lama menjadi keluhan warga. Berbagai upaya, kata Ari, panggilan akrab Lurah muda, ini telah dilakukan. Baik pendekatan persuasif, memanggil seluruh perternak di Lingga hingga melayangkan surat edaran untuk menertibkan ternak lembu mapun kambing warga yang masih dilepas bebas. Bahkan, RT RW sekelurahan diajak duduk bersama, sayang persoalan tidak selesai.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi lembu liar tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, penertiban lembu ini sudah ada perda yang berlaku dan perlu ditegakkan. Begitu juga peran instansi terkait untuk melaksanakan perda. Termasuk dinas peternakan untuk ikut andil memberikan pemahaman dan pengelolaan ternak lembu yang tidak dinafikan Ari menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat.

“Lurah sebatas koordinasi dengan pihak penegak perda. Kita sudah lakukan koordinasi dengan dengan pihak terkait. Termasuk menangkap lembu liar dengan bius. Tapi sampai saat ini belum juga aga,” ujarnya.

Persoalan ini, kata Ari, perlu segera dicarikan solusi terbaik. Peternak yang ada di Daik, kini dikatakannya tidak lagi memiliki lahan. Sementara, sebagai pusat ibukota kabupaten yang perlahan berkembang dan bertambah ramai, perlu ditata wilayah peternakan yang memang menjanjikan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar