Anies Baswedan Pamit, PNS Kemendikbud Berderai Air Mata

644
Pesona Indonesia
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berpamitan dengan karyawan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (27/7). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS/JPNN.com
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berpamitan dengan karyawan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (27/7). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS/JPNN.com

batampos.co.id – Terkena reshuffle dari kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan tetap tersenyum. Beberapa jam setelah Presiden Jokowi melantik penggantinya bersama beberapa menteri lainnya, Rabu (27/7/2016), Anis pun berpamitan dengan  500 PNS Kemendikbud.

Saat pamitan sekitar pukul 15.00, Anies Baswedan membawa keluarga dan ibundanya, Aliyah Rasyid. ’’Ibu saya berada di Jakarta sejak lebaran lalu. Baru saja kontrol kesehatan,’’ kata Anis di hadapan manan jajarannya.

Anies menyampaikan bekerja di Kemendikbud selama 20 bulan terakhir sangat menyenangkan. Dia merasa tinggal di keluarga yang besar sekali.

Dia mengatakan pidatonya tidak perlu dimaknai sebagai perpisahan. ’’Karena saya masih di Jakarta,’’ kata pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat itu.

Bapak empat anak itu mengucapkan terima kasih kepada pegawai Kemendikbud. Mulai dari ajudan, tim dapur, patwal, supir, dan sekretariat kementerian.

’’Masakan dari tim dapur enak sekali. Sampai ukuran badan sering tidak terkendali,’’ jelasnya.

Mendengar pidato perpisahan Anies, beberapa pegawai Kemendikbud berkaca-kaca. Puncaknya saat bersalaman, ada yang tak kuasa menahan tangis.

Wajar saja kepergian Anies ditangisi. Ia dikenal sebagai sosok yang mengayomi dan ramah pada semua jajaran, termasuk tim dapur Kemendikbud.

Meskipun keluar dari Kabinet Kerja, Anies mengatakan akan tetap ikut iuran untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Dia menjelaskan sebelum menjadi menteri, juga ikut iuran membangun pendidikan bangsa. Kemudian ditarik ke dalam pemerintah. Sekarang setelah tidak di dalam pemerintah, Anies mengatakan akan tetap ikut membangun pendidikan.

Dia menjelaskan ada beberapa program yang sudah dilaporkan perkembangannya ke Presiden Joko Widodo. Tepatnya saat pemanggilan pamungkas Selasa malam (26/7/2016) jelang reshuffle.

Di antara program yang diharapkan Anies tetap berjalan adalah akses program Indonesia pintar (PIP), pembangunan sekolah garis depan, dan distribusi guru garis depan (GGD).

Kemudian pembuatan neraca pendidikan daerah (NPD) dia harap tetap berjalan untuk mendukung otonomi daerah bidang pendidikan yang sudah berjalan sejak 2001 lalu. Program lain yang penting menurutnya adalah gerakan penumbuhan budi pekerti.

Anies menjelaskan awal tahun ajaran baru 2016/2017 benar-benar disiapkan dengan matang. Praktek-praktek pungutan liar, kekerasan atau perpeloncoan, berupaya ditekan oleh Kemendikbud.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu menjelaskan kasus perpeloncoan memang tidak hilang 100 persen. Namun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, awal tahun ajaran baru 2016/2017 lebih terasa menyenangkan.

’’Membuat sekolah yang menyenangkan selayaknya taman harus terus diupayakan,’’ katanya.

Secara khusus Anies sudah mengenal penggantinya yakni Muhadjir Effendy. Baginya Muhadjir adalah sosok yang memiliki pengalaman banyak di dunia pendidikan. Anies optimis di tangan Muhadjir, Kemendikbud nantinya akan mengeluarkan banyak terobosan. (jun/wan/mia/dod/bil/jpnn)

Respon Anda?

komentar