Ayo Pantau Jentik Nyamuk Untuk Tekan DBD

514
Pesona Indonesia
ilustrasi f.republika.co.id
ilustrasi f.republika.co.id

batampos.co.id – Kepala UPT Puskesmas Batuaji dr Harri Fajri Zisoni menilai keterlibatan masyarakat lewat Juru Pemantau Jentik (Jumantik) sangat efektif untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD).

“Kalau dijalankan secara konsikuen minimal satu kali seminggu sangat efektif,” kata Harri Kepada Batam Pos, Rabu (27/7).

Menurutnya pihaknya memberdayakan anak-anak yang selanjutnya dikenal dengan Jumantik Cilik. Di wilayah kerjanya, kini sebanyak enam RW di tiga kelurahan yakni kelurahan Buliang, Bukit Tempayan dan Tanjunguncang telah melaksanakan telah melaksanakan Jumantik Cilik . Salah satu yang dinilai cukup berhasil adalah di RW VI Perumahan Mukakuning Indah I Buliang.

“Sebelum ada Jumantik tahun 2010 sarang (kasus DBD) di situ, 2015 kita jalankan tak ada kasusnya, tahun 2016 ada satu yang kena (DBD) tapi dia kenanya bukan di perumahan itu, kita telusuri ternyata di sekolahnya,” tutur Harri.

Lanjut dia hal positif lain hadirnya Jumantik cilik yang berjumlah sekitar 180 orang itu adalah anak-anak bisa belajar tentang kesehatan lingkungan sejak dini baik tentang nyamuk secara umum juga tentang karateristik tempat perindukkan nyamuk, selain itu secara psikologis dapat menyadarkan masyarakat bahwa anak kecil saja peduli, kenapa tidak dengan orang dewasa.

“Yang tentunya juga jika Jumantik aktif angka perindukkan nyamuk akan turun,”tambahnya.

Selain Jumantik yang kini telah dijalankan, rencananya 30 Agustus ini pihaknya akan mencetuskan program ‘Satu Jumantik Satu Rumah’ yang akan dilaksanakan di kelurahan Kibing tepatnya di perumahan Taman lestari. “Dipilihnya perumahan ini, karena di Taman Lestari ini juga kasus DBD-nya banyak,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Candra Rizal Jumantik juga menilai jika Jumantik efektif juga dapat menurunkan angka DBD. “Jumantik yang merupakan relawan ini bagus, nggak usah jauh-jauh, anak-anak kita didik, satu rumah satu orang,” ucapnya.

Selain lewat Jumantik dia juga berharap masyarakat ikut proaktif lawan DBD dengan cara rutin mengecek genangan air yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk atau dengan cara 3 M plus.

“Bahkan saluran air yang di atas rumah saja banyak jentiknya, masa yang begitu saja orang dinkes yang turun buang nyamuk yang begitu saja,” tukasnya.

Ditengah tingginya angka DBD dia mengklaim pihaknya rutin melakukan pengawasan. Menurutnya angka DBD tinggi juga tak lepas dari perilaku hidup masyarakat yang tak sehat. “Memang mengubah perilaku sulit, terjadinya penyakit inikan karena pelaku saja,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Batam, Sri Rupiati, berharap selain menjadi Jumantik, masyarakat juga cepat tanggap jika ditemui kasus DBD di lingkungan sekitar.

“Bila ada kasus DBD, keluarga kita panas dua hari tak turun, segera ke unit kesehatan terdekat. Kami harap juga rumah sakit melaporkan ke kita jika nmerawat pasien DBD,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar